Akhirnya Gus Bara Terpilih Menjadi Ketua PC. GP, Ansor Kabupaten Mojokerto Masa Khidmat 2021-2025

Akhirnya Gus Bara Terpilih Menjadi Ketua PC. GP, Ansor Kabupaten Mojokerto Masa Khidmat 2021-2025

NU Online Mojokerto – Setelah melaksanakan rangkaian kegiatan Konferensi Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Mojokerto dari pembukaan, sidang tata tertib organisasi, sidang komisi, pertanggungjawaban, dan sidang tata tertib pemilihan dan pemilihan yang berlangsung pada ahad (12/12) akhirnya terpilihlah kader terbaik Ketua PC GP, Ansor Kabupaten Mojokerto masa khidmat 2021-2025.

Dalam konfercab ini, awalnya terdapat 5 pasangan calon yakni Gus Ali Nasikh, Gus Bara, Gus Mahbub, Gus Fahmi dan Syamsul Maarif. Pada saat verifikasi berkas semua lolos dalam tahap pencalonan, tetapi Gus Fahmi menyatakan mengundurkan diri. Dari hasil kesepakatan, pemilihan dilaksanakan secara voting. Dari hasil voting tersebut,  Gus Barra mendapatkan sebanyak 96 suara, Gus Mahbub 60 suara, Syamsul Ma’arif  9 suara, dan Gus Ali memperoleh 1 Suara. Dengan demikian Gus Bara terpilih menjadi Ketua GP Ansor Kabupaten Mojokerto masa khidmat 2021-2025.

Untuk diketahui, Gus Bara adalah putra KH, Asep Saifuddin Chalim, ia lahir pada tanggal 11 November 1986 di Kota Surabaya. Gus Bara pernah dititipkan ke KH. Basori Alwi, pengasuh PP. Ilmu Al Quran Singosari Malang. Namun karena masih kecil dan juga tidak “krasan”, maka Gus Bara dikembalikan lagi ke orang tuanya.

Pada waktu usianya memasuki Sekolah Dasar, Gus Bara dipondokkan ke Pesantren al Munawariah Bululawang Malang. Di Pesantren yang diasuh oleh KH. Maftuh ini, Gus Bara selain mengecap pengetahuan dasar dasar ilmu agama dengan baik, juga menempuh pendidikan dasar selama empat tahun. Setelah itu, Gus Bara dipindahkan oleh KH. Asep Saifuddin Chalim ke PP. Nurul Qudus Beji Pasuruan. Di Pesantren yang diasuh oleh KH. Masud ini, Gus Bara mendalami Takhasus Al Quran.

Selesai menempuh pendidikan dasar dan ilmu al-Qurannya, Gus Bara melanjutkan pendidika MTS dan Madrasah Aliyahnya di Amanatul Ummah Surabaya. Sembari menyelesaikan sekolah formalnya, Gus Bara turut pula ngaji ke PP. Al Khozini Buduran Sidoarjo.

Sebelum berangkat ke Mesir, Gus Bara mematangkan ilmu ke-Islamannya ke PP. Langitan Tuban. Setelah itu ia menempuh pendidikan ke Al Azhar Mesir melalui beasiswa dari Kemenag. Di Al Azhar, Gus Bara mengambil jurusan Syariah Islamiah. Dan ia selesaikan pada tahun 2012. Karena pada tahun itu, istrinya masih menempuh pendidikan di Al Azhar, dan Gus Bara harus menunggu hingga sampai kelulusan istrinya, maka Gus Bara memutuskan untuk melanjutkan kuliahnya ke jenjang yang lebih tinggi yakni S2 jurusan Filologi.

Namun belum sampai lulus, Gus Bara keburu dipanggil oleh orang tuanya untuk segera pulang dan mengasuh PP. Amanatul Ummah. Bersamaan itu pula, sang istri juga telah menyelesaikan kuliahnya. Karenanya, meskipun berat, mau tidak mau ia harus memutuskan kuliahnya ditengah jalan.

Tetapi keinginan mendalami filologi masih sangatlah kuat. Karenanya, meskipun telah disibukkan dengan aktivitas sehari hari mengurus Amanatul Ummah, Gus Bara tetap mencari Universitas di Indonesia yang membuka jurusan filologi

Melalui bantuan seorang kenalan, Gus bara mengetahui apabila di Universitas Padjajaran Bandung telah membuka jurusan Filologi. Karenanya ia memutuskan untuk kuliah di Universitas ini. Dan pada tahun 2015, Gus Bara dinyatakah lulus dengan predikat cum laude, setelah mampu mempertahankan tesis yang mengangkat karya karya Syekh As Samarkandi.

Setelah lulus S2-nya, Gus Bara langsung melanjutkan ke S3 di Universitas yang sama. Dan jurusan yang sama. Hingga sekarang, Gus Bara masih dalam tahap menyelesaikan Desertasinya. Tentang Sejarah Perjuangan KH. Wahab Chasbullah menurut catatan catatan peninggalan kakeknya, KH. Abd Chalim, dalam bingkai filologi.

Pada tahun 2020, ia terpilih menjadi Wakil Bupati Mojokerto mendampingi dr. Ikfina Fahmawati, Bupati Mojokerto. Untuk lebih meningkatkan khidmahnya ke NU, pada tahun 2021 ini, setelah mengikuti rangkaian pelatihan kaderisasi, ia mencalonkan diri menjadi Ketua GP. Ansor Kabupaten Mojokerto. Dan akhirnya ia terpilih mengemban amanah memimpin organisasi yang berkumpul para pemuda Nahdliyin tersebut.