Menghadapi dinamika kepemimpinan di era disrupsi, Pimpinan Cabang (PC) dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kabupaten Mojokerto melakukan langkah strategis untuk memperkuat fundamental organisasi. Melalui kegiatan ziarah muassis NU dan sahur bersama bertajuk “Sambung Sanad, Sambung Berkat”, organisasi pemuda ini berupaya mengintegrasikan nilai-nilai luhur pendahulu dengan visi leadership masa kini, Rabu (11/3).
Kegiatan ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan sebuah momentum recharge spiritual bagi para kader setelah merumuskan peta jalan organisasi dalam Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) IV beberapa bulan yang lalu.
Kepemimpinan Berbasis Integrasi Nilai
Dalam konteks kepemimpinan modern, GP Ansor Mojokerto menyadari bahwa inovasi tanpa fondasi nilai (sanad) yang kuat akan kehilangan arah. Kegiatan ini menjadi refleksi atas model kepemimpinan para muassis (pendiri) NU yang dikenal adaptif namun tetap teguh pada prinsip.
Strategi “Recharge” Pasca Muskercab IV
Pasca Muskercab IV yang sarat dengan perdebatan gagasan dan penyusunan program kerja, kegiatan ziarah dan sahur bareng ini berfungsi sebagai Penyelarasan Visi. Pertama Menyatukan frekuensi antar pimpinan cabang dan anak cabang agar gerak organisasi lebih solid. Kedua sebagai Refleksi Kepemimpinan. Mengambil pelajaran dari cara para tokoh NU terdahulu dalam memimpin umat di masa-masa sulit. Ketiga Penguatan Ketahanan Mental. Membangun spiritual resilience bagi kader untuk menghadapi tantangan sosial dan politik di masa mendatang.
Menatap Masa Depan
Dengan tajuk “Sambung Sanad, Sambung Berkat”, GP Ansor Kabupaten Mojokerto mengirimkan pesan kuat bahwa untuk memimpin masa depan, kader harus berani menengok ke belakang guna mengambil hikmah dan keberkahan. Sinergi antara kematangan spiritual dan kecakapan organisasional inilah yang diharapkan mampu melahirkan pemimpin-pemimpin yang membawa kemaslahatan bagi masyarakat Mojokerto.
Rombongan PC dan PAC GP Ansor Kabupaten Mojokerto melaksanakan giat ziarah muassis NU diawali dengan bertabarrukan di makam Hadratussyekh KH M. Hasyim Asy’ari, di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang.
Kemudian rombongan melanjutkan rihlahnya ke KH Bisri Syansuri di Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar Jombang, dan menuju ke makbarah KH Wahab Chasbullah di Pondok Pesantren Tambakberas Jombang.
Sekretaris PC GP Ansor Kabupaten Mojokerto Sahabat Ibu Qohar sangat bersyukur lantaran kegiatan dapat berjalan dengan lancar serta seluruh pimpinan dari tingkatan PAC bisa mengikuti acara secara khidmat. “Seorang pemimpin masa depan tidak hanya dituntut memiliki kecakapan digital atau manajerial, tetapi juga harus memiliki koneksi spiritual dan ideologis yang jelas. Inilah esensi dari ‘Sambung Sanad’ memastikan estafet kepemimpinan kita tetap berada pada jalur perjuangan para kiai,” ujar sahabat Ibnu.
Dalam sela-sela memimpin prosesi ziarah muassis NU, Ketua PC Rijalul Ansor (RA) Kabupaten Mojokerto Sahabat Ali Zaenal Abidin menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk ijtihad organisasi untuk memastikan gerak kepemimpinan pemuda tetap berada dalam orbit nilai-nilai luhur para pendiri.
“Melalui ziarah ini bukan hanya sekadar mengingat sejarah, melainkan melakukan sinkronisasi nilai. Kami ingin para kader mengambil saripati perjuangan para muassis: bagaimana beliau-beliau mampu mengelola konflik, menyatukan umat, dan tetap teguh menyebarkan ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah di tengah tantangan zaman yang serba tidak pasti. GP Ansor berperan sebagai navigator yang memastikan bahwa transformasi organisasi pasca-Muskercab IV tetap berpijak pada sanad yang sah. ” Tutup Sahabat Aliza. (Nuruddin).












