Warta  

Duet Ustadz Zainal Abidin dan Husnul Khuluq Kembali Nakhodai Ranting NU Trowulan Masa Khidmat 2023-2028

Trowulan, NU Online Mojokerto – Berakhirnya masa periode kepengurusan ranting serentak di Kecamatan Trowulan menandai dimulainya musyawarah ranting (MUSRAN). Ranting NU Desa Trowulan menggelar MUSRAN pada Jumat malam (02/06) di Balai Desa Trowulan.

MUSRAN dihadiri oleh Kepala Desa Trowulan, Ketua MWC NU Trowulan, Tim pendamping, Ketua Ranting se- Kecamatan Trowulan, Banom dan Lembaga NU. Kegiatan dimulai pada pukul 20.00 WIB dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, Sambutan-sambutan, pembukaan, sidang pleno tatib, sidang komisi-komisi, sidang LPJ, sidang pemilihan AHWA sekaligus Rais Syuriah, dan sidang pemilihan Ketua Tanfidziyah Ranting NU Trowulan.

Kiai Syaiful Hadi selaku Ketua MWC NU Trowulan berharap agar MUSRAN di Desa Trowulan menjadi percontohan sebagaimana yang tetap ditetapkan oleh  PBNU dan PCNU.

“Semoga MUSRAN di Desa Trowulan bisa mendapatkan hasil terbaik, serta dimulainya MUSRAN di Trowulan bisa menjadi media pembelajaran dalam berorganisasi dengan baik sesuai aturan yang sudah ditetapkan oleh PBNU dan PCNU Kab. Mojokerto” – Kiai Syaiful Hadi ( Ketua MWC NU Trowulan).

Banyak diskusi yang menarik dalam pembahasan komisi baik organisasi, progam dan rekomendasi yang memiliki banyak tambahan dan perubahan.

Tambahan dan perubahan diharapkan mampu menjadikan Ranting NU Desa Trowulan lebih baik kedepannya. Ada hal menarik saat pemilihan Ahwa (Ahlul Halli Wal Aqdi) yang bertugas untuk diskusi dan musyawarah siapa yang menjadi Rais Syuriah dan sekaligus memberikan persetujuan hasil pemilihan ketua Tanfidziyah.

Baca Juga:  Gelar Halaqoh Aswaja, Pergunu Kab. Mojokerto Hadirkan Wakil Ketua PWNU Jatim

Hal menariknya ketika ada beberapa AHWA terpilih sulit dihubungi oleh panitia sehingga dilakukan pemeringkatan dan diskusi siapa yang berhak untuk menggantikan. Proses yang lumayan lama akhirnya didapatkan satu AHWA hasil pemeringkatan dan diskusi kemudian menuju ruang khusus untuk 5 AHWA terpilih. Setelah AHWA pengganti menuju ruang diskusi, AHWA yang sulit dihubungi ternyata hadir dan kemudia AHWA pengangganti mengalah agar para tokoh yang lebih senior yang maju sebagai AHWA.

Setelah diskusi panjang sampai pukul 22.30 WIb akhirnya disampaikan hasil bahwa Ustadz Zainal Abidin yang juga pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda menjadi Rais Syuriah Ranting NU Desa Trowulan. Ustadz Zainal Abidin dalam sambutannya menyampaikan bahwa menjadi Rais Syuriah ini amanah dan tanggung jawab besar yang perlu dilaksanakan dengan baik. Bersamaan dengan diskusi AHWA dilakukan pencalonan dan pemilihan ketua Tanfizdiyah yang hasil musyawarah 5 anak ranting sepakat kembali mengusung Husnul Khuluq yang sebelumnya menjadi ketua ranting masa khidmat 2018-2023. Husnul Khuluq dalam sambutannya berterima kasih atas penunjukkan kembali sebagai ketua ranting. Husnul Huluq menyampaikan bawha perlu adanya kolaborasi dan dukungan setiap anak ranting untuk membantu Ranting NU Trowulan lebih baik.

Baca Juga:  Usir Wabah, GP Ansor dan Warga Sedati Ngoro Ritual Keliling Desa

“ Terima kasih atas penunjukkan kembali saya sebagai ketua ranting, saya berharap kolaborasi dan dukungan Anak Ranting di Desa Trowulan agar seluruh progam kerja yang akan dikerjakan bisa maksimal dan memberikan dampak terhadap perkembangan Ranting NU Desa Trowulan. – Husnul Khuluq (Ketua Ranting NU Desa Trowulan Terpilih)
Acara diakhiri dengan doa oleh Rais Terpilih Ustadz Zainal Abidin.

Kontributor : Moch. Taufiq Zulmanarif (LTN NU Trowulan)