Home / Warta

Selasa, 9 Maret 2021 - 16:10 WIB

Jhon Indra Asal Sumatra Barat Pun Turut Suspelat

NU Online Mojokerto – Namanya Jhon Indra. Asalnya dari Kab. Damasraya, Sumatera Barat. Ia baru tiba di PCNU Kab. Mojokerto pada hari selasa malam (09/03/21). Ia ingin mengikuti Suspelat 1 Satkorwil Banser Jawa Timur yang akan diselenggarakan di PCNU Kab. Mojokerto pada hari Kamis -Minggu (11-14 Maret 2021).

Dari pengakuannya, demi bisa mengikuti Suspelat ini, nekad berangkat dari tempat tinggalnya pada hari Minggu dengan naik bus Handoyo.

“Perjalanan yang melelahkan” katanya.

Tetapi ia mengaku senang bertemu dengan saudara saudara baru di Jawa. Ia ingin belajar serius akan ke-Ansoran dan ke-Banseran. Sebab Ansor dan Banser Damasraya memiliki perbedaan bila dibandingkan dengan Ansor Jawa.

“Kalau disini Ansor biasanya dipimpin oleh Gus Gus. Kalau disana tidak ada Gus” terangnya.

Baca Juga:  Mengenang dan Meneladani Jasa Muasis Nahdlatul Ulama, Satkoryon Banser Kecamatan Ngoro Gelar Ziarah

Jumlah Ansor dan Banser di Damasraya masih sekitar 600. Dan kegiatannya seputar kaderisasi, pelatihan, pengepaman dan gotong royong.

“Kalau di Sumatera Barat, jumlah Ansor dan Banser segitu sudah banyak. Dan NU di Sumatera Barat yang paling ramai ya di Damasraya itu” terangnya lagi.

Ketika ditanya tentang alasannya bergabung dengan GP. Ansor, ia mengaku, di Ansor, ia menemukan suatu organisasi yang unik. Ia memiliki orientasi, sistem komando, dan juga pengayaan Ruhani.

“Saya tertarik masuk Ansor ini karena Ansor itu organisasi yang memiliki orientasi, sistem komando dan juga ada pengayaan Ruhani”

Selain itu, ia mengaku, bahwa di Ansor dan NU memiliki sanad yang jelas. Organisasinya menasional. Dan amaliahnya sama dengan kebanyakan umat Islam di Sumatera Barat yang kebanyakan menjadi anggota PERTI (Persatuan Tarbiyah Islamiyyah).

Baca Juga:  Buka Satkorwil Banser Jawa Timur, HM. Budi : Terima Kasih Ansor Mojokerto

Di NU sendiri, memiliki tokoh karismatik. Yakni KH. Nur Kholidin. Beliau adalah pengasuh PP. Roudlotul Athfal. Di Pesantren ini, semua kegiatan NU terpusat. Sebab kantor NU memang belum ada.

KH. Nur Kholidin sangat konsen terhadap pertumbuhan NU di Kab. Damasraya. Saat ia pamit berangkat Suspelat, KH. Nur Kholidin sangat men-support.

“Alhamdulillah KH. Nur Kholidin ini orang baik. Ia menjadi pusat kami berlabuh. Saat saya berangkat kesini, beliau sangat senang dan mendukung sekali”

Jhon Indra berharap dengan pelatihan Suspelat akan memperoleh selain pengalaman dan ilmu yang kelak akan dipergunakan untuk kemajuan Ansor dan Banser di Kab. Damasraya.

Share :

Baca Juga

Warta

‘Ngaji-Ngopi’ Bentuk Keistiqomahan GP Ansor Ranting Pungging Adakan Pengajian Kitab

Warta

Persiapan Pelaksanaan Lailatul Ijtima’, MWC NU Kecamatan Mojosari Gelar Rapat Koordinasi

Warta

Peringati Isro Miroj, Warga Kutogirang Hadirkan KH. Khusein Ilyas

Lembaga Amil Zakat (LAZISNU)

Malam Pitulas, Lazisnu Puri Ajak Seluruh Elemen NU Puri Buka Bersama 

Warta

MWCNU Kecamatan Puri Sosialisasi Tata Kelola Koin NU

Warta

Menaker Ida Fauziyah lakukan Kunjungan Ke PCNU Kabupaten Mojokerto

Warta

Memaksimalkan Program, Tiga Lembaga PCNU Kab. Mojokerto Meminta Kepengurusan Di Tingkat MWC

Warta

Posko Peduli Semeru Bangsal Kumpulkan Donasi 65 Juta