LDNU MWCNU Puri Gelar Majelis Kajian Fiqh dan Aswaja

LDNU MWCNU Puri Gelar Majelis Kajian Fiqh dan Aswaja

NU Online Mojokerto – Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) MWCNU Puri menggelar kegiatan rutin secara tatap muka yang dikemas dengan sebutan Majelis Taklim KAFA (Kajian Fiqh Aswaja) pada Sabtu (2/10). Kegiatan KAFA ini digelar tiap satu bulan sekali secara anjangsana dari masing-masing rumah jamaah KAFA dan pada hari ini bertempat di kediaman Ibu Eny Dusun Tampung Desa Tampungrejo Kecamatan Puri Kabupaten Mojokerto.

Acara dibuka pukul 09.00 WIB oleh Gus Rofian sekaligus memimpin istighosah. Kemudian dilanjutkan dengan pengajian Fiqh Aswaja oleh Agus Akhmad Bukhori dan dilanjutkan sesi tanya jawab kemudian ditutup dengan Doa.

Pada sesi tanya jawab, jamaah tampak antusias. Hal ini terbukti dari sekitar 10 pertanyaan disampaikan oleh jamaah.

Di sela kegiatan, Pak Sutopo atau biasa dipanggil Cak Topo, salah satu pengurus LDNU MWCNU Kecamatan Puri dan juga di antara penggagas KAFA menjelaskan sejarah atau latar belakang berdirinya Majelis Taklim KAFA.

“(MT) KAFA ini berdiri pada 27 Januari 2020 bermula saat banyak pertanyaan di salah satu Grup WA kader NU Puri seputar Fiqh, karena saking banyaknya pertanyaan seputar fiqh di grup WA namun pembahasannya -namanya Grup WA Umum-terkadang tidak fokus karena terselip postingan-postingan campur-campur maka dibuatkan grup khusus KAFA yang beranggotakan orang-orang yang benar-benar ingin belajar ngaji fiqh.” Terang Cak Topo.

Cak Topo menjelaskan bahwa grup WA KAFA ini juga dibuat dengan aturan yang terinci, misalnya; (1) Grup tidak diperkenankan membagikan iklan (2) Membagikan sesuatu yang berbau politik, provokasi kelompok tertentu, pornografi dan foto-foto pribadi (3) Setiap pertanyaan yang dirasa itu pribadi dilakukan melalui JAPRI/WAPRI; yakni murni bertujuan untuk mengaji dan tanya jawab seputar Fiqh.

“Nah, berawal dari grup WA KAFA akhirnya muncul usulan dari anggota agar dibuatkan majelis taklim KAFA bertemu tatap muka langsung dengan jamaah KAFA. Nah, karena hal inilah kami selaku pengurus LDNU MWCNU Puri menyambut dengan senang hati dan itu bisa dijadikan di antara media kami dalam berdakwah.” Tutup Cak Topo.

Di tempat terpisah, Agus Akhmad Bukhori menambahkan bahwa acara ngaji KAFA sudah berlangsung 6 kali. “Ya, acara KAFA seperti ini sebenarnya sudah berjalan 6 kali pertemuan. Namun setelah Covid-19 menyerang akhirnya ditiadakan sementara dan hanya dilakukan via Online.” Terang Gus Bukhori.

“Ya, hanya via WA. Caranya pemateri menyampaikan materinya melalui Voice Note kemudian dibagikan, jamaah menyimak kemudian dilakukan tanya jawab. Nah, kalau semacam ini dilaksanakan setiap hari.” Lanjut Gus Bukhori.

“Ya, harapannya mudah-mudahan kegiatan LDNU MWCNU Puri yang dikemas dengan MT KAFA ini bisa berjalan secara istiqomah dan berkah.” Tutup Agus Akhmad Bukhori.
Waktu menunjukkan pukul 12,00 WIB dan kegiatan ini pun berakhir setelah ditutup dengan do’a oleh H. Ahmad Saifuddin Ar, Ketua MWCNU Puri yang hadir dalam kegiatan tersebut. (Fahrul)