Jaga Tradisi, LDNU Mojokerto Ajak Nadhliyin Ngaji Kitab Salaf

Jaga Tradisi, LDNU Mojokerto Ajak Nadhliyin Ngaji Kitab Salaf

NU Online Mojokerto – Lembaga Dakwah (LD) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Mojokerto menggelar pengajian rutin Ahadan, Ahad (26/09) Pagi.

Kegiatan LDNU Mojokerto kali ini bersamaan dengan pelaksanaan Haul ke-36 Mbah Kyai Amir dan para pengasuh serta masyayikh PP. Miftahul Huda Jowinong, Pesanggrahan Kutorejo.

Haul dan Ahadan digelar di Pondok Pesantren Miftahul Huda yang saat ini diasuh oleh santri KH. Maimoen Zubair, Kyai Ahmad Rodli.

Hadir dalam kegiatan itu seluruh pengurus LDNU Mojokerto, MWC NU Kutorejo dan ratusan jamaah pengajian Ahadan.

Kegiatan ini merupakan agenda yang sudah lama dilaksanakan sebagai bentuk silaturahmi dan dakwah NU Mojokerto di tengah-tengah masyarakat.

Beberapa agenda kegiatan yang telah tersusun diantaranya ngaji kitab salaf dan penguatan keaswajaan yang disampaikan secara bergiliran oleh para kiai sepuh dari PCNU Kab. Mojokerto.

Nampak hadir KH. Abdul Adzim Alawy, Ketua PCNU Kab Mojokerto. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa Ngaji Ahadan merupakan wujud pelestarian dari tradisi muassis NU.

“Apa yang dilaksanakan (hari) ini, melanjutkan dakwah para kiai dan para muassis Nahdlatul Ulama, termasuk diantaranya KH. Ahyat Chalimi”, papar Kiai Adzim, sapaan akrabnya.

Selain itu, Ia juga menyampaikan langkah PCNU untuk menyelamatkan asset-asset NU yang ada di wilayah Kabupaten Mojokerto. Ia berharap aset-aset tersebut aman dari serobotan Wahabi.

“Asset NU, dari hanya ikrar wakaf, terus kita upayakan untuk dijadikan Badan Hukum Perkumpulan Nahdlatul Ulama (BHP NU),” terang Kiai Adzim.

“Terus diusahakan agar aset yang dimiliki NU tidak diserobot oleh minhum, seperti di beberapa musholla dan masjid yang sudah dikuasi minhum, sehingga aset-aset yang diinventarisir NU ini bisa terus langgeng sampai kiamat”, tegasnya.

Kontributor: Harir
Editor : Prasetyo