Tingkatkan Kualitas Pembelajaran, LP. Ma’arif Gelar Webinar Pelatihan Pembuatan Content

Tingkatkan Kualitas Pembelajaran, LP. Ma’arif Gelar Webinar Pelatihan Pembuatan Content

NU Online Mojokerto – LP. Ma’arif NU Kabupaten Mojokerto bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Malang (Fakultas Ilmu Pendidikan UM) gelar kegiatan seminar dan workshop pembuatan konten kreatif bagi guru-guru LP Ma’arif Kabupaten Mojokerto secara daring (25/09/2021).

Kegiatan ini dilaksanakan secara virtual, yang diikuti oleh seluruh guru-guru LP Ma’arif Kabupaten Mojokerto yang berjumlah 565 orang.

Kegiatan seminar atau workshop ini dibuka secara langsung oleh Wakil Bupati Mojokerto, Bapak Muhammad Albarraa, Lc. M.Hum; Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang, Bapak Prof. Dr. Bambang Budi Wiyono, M.Pd; dan Ketua LP Ma’arif NU Kabupaten Mojokerto, Dr. H. Masruvhan, M.Pd,I. Adapun pemateri dalam kegiatan seminar dan workshop antara lain: Dr. H. Achmad Supriyanto, M.Pd., M.Si; H. Burhanuddin, M.Ed., Ph.D; Dr. Asep Sunandar, M.AP; dan M. Zidni Ilman, S.Pd.

Pembuatan kreatif konten bagi guru-guru ini, menurut H. Masrukhan, Ketua LP. Ma’arif bertujuan agar para guru lebih kreatif dan dapat memberikan pembelajaran tidak monoton dan membosankan.

Masih menurut H. Masrukhan, materi-materi yang disampaikan pada kegiatan webinar ini, antara lain tentang program guru penggerak, perubahan pembelajaran; efektivitas pembelajaran daring dalam masa pandemi covid 19, pembuatan creative content dalam pembelajaran, dan pendampingan implementasi penggunaan creative content dalam pembelajaran dalam masa pandemi covid 19.

Menurut Tim Peneliti dari Universitas Negeri Malang, kegiatan belajar mengajar yang awalnya selalu dilaksanakan secara tatap muka di kelas, namun berbeda pada saat pandemi seperti sekarang ini. Seluruh kegiatan belajar mengajar diwajibkan untuk dapat memanfaatkan teknologi. Dalam hal ini guru dituntut untuk dapat lebih kreatif dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara online. Selama ini banyak guru yang salah mengartikan pembelajaran daring dengan cara cenderung memberikan lebih banyak tugas tambahan daripada saat menggunakan pembelajaran secara offline, biasanya guru memberikan tugas melalui smartphone dengan menggunakan media pembelajaran online seperti whatsapp sebagai sarana pemberian tugas atau komunikasi saat pembelajaran.

Banyaknya tugas tambahan yang diberikan oleh guru atau dosen menjadikan penyebab pembelajaran jarak jauh dirasa belum maksimal. Maka dari itu, perlu adanya solusi supaya pembelajaran jarak jauh dapat berlangsung menyenangkan dan tidak membebani peserta didik.

Dalam kondisi seperti sekarang ini, peran teknologi sangat dibutuhkan. Pemanfaatan teknologi dapat digunakan untuk mencari informasi, bertukar informasi, membantu dalam hal mencari referensi, bahkan dapat juga digunakan sebagai fasilitas untuk kegiatan pembelajaran.

Tim peneliti dari Universitas Negeri Malang memberikan pelatihan atau workshop terkait dengan pembuatan creative content untuk meningkatkan kualitas pembelajaran pada masa pandemi covid 19. Tim peneliti berharap dengan diadakannya workshop ini, para guru LP Ma’arif dapat lebih optimal dalam melaksanakan pembelajaran jarak jauh atau daring ini (Karine Rizkita).