LPBINU Mojokerto Gelar Latihan Gabungan Relawan Pertolongan di Air

LPBINU Mojokerto Gelar Latihan Gabungan Relawan Pertolongan di Air

NU Online Mojokerto – Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU), secara struktural merupakan lembaga pelaksana kebijakan dan program Nahdlatul Ulama di bidang perubahan iklim, penanggulangan bencana dan pelestarian lingkungan.

 

Latihan Gabungan Water Rescue (Pertolongan di Air) baru saja diselenggarakan di Long Storage Kalimati, Desa Tarik, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo, Selasa (21/09/2021) pagi.

 

Kegiatan ini diikuti setidaknya 30 peserta dari lembaga forum relawan Mojokerto, di antaranya seperti LPBI NU Kabupaten Mojokerto, Komunitas Relawan Independen (KRI) Mojokerto, Gerakan Peduli Kemanusiaan (Gerpik) Surabaya sebagai tutor dan mentor, Taruna Siaga Bencana (Tagana) Mojokerto, Dewan Koordinasi Cabang (DKC) Corps Brigade Pembangunan (CBP) Korp Pelajar Putri (KPP), Welirang Komuniti, dan masih banyak lagi.

 

Saiful Anam, Ketua LPBI NU Kabupaten Mojokerto mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatan kapasitas relawan sebagai bekal dalam menghadapi bencana, khususnya pada kebencanaan air.

 

“Kegiatan ini memberikan keterampilan kepada peserta agar bisa mengoperasikan perahu karet saat evakuasi, pengenalan dengan mesin ketika di air cara berbelok, maju, mundur, dan sebagainya”, ujarnya.

 

Menurut Anam sapaan akrabnya, prosedur mengikuti pelatihan operator perahu karet jenis Landing Craft Rubber Boat (LCR) menggunakan motor tempel tidaklah sulit.

 

“Kita di forum relawan Mojokerto sudah biasa seperti ini, yang penting peserta datang mewakili lembaga dan mendapatkan restu dari lembaganya masing-masing”, pungkasnya.

 

Muhammad Thohir, salah satu peserta mengaku memperoleh banyak manfaat setelah mengikuti pelatihan ini. Ia pun mengapresiasi atas adanya relawan Mojokerto yang telah berkiprah dalam membantu bencana-bencana yang terjadi di Mojokerto.

 

“Giat ini basicnya Water Rescue, melatih kemampuan untuk mengendalikan perahu karet bermesin atau bermotor, ternyata ada tersendiri dan prosedur-prosedur yg wajib dipatuhi, juga prosedur keselamatan yang tidak boleh dilanggar, tidak semudah seperti yg dilihat”, tandasnya.

 

Perlu di ketahui, kegiatan ini sebagai tindak lanjut dari pelatihan sbelumnya, yakni water rescue yang dilaksanakan beberapa bulan lalu di Bendungan Puloniti Bangsal.

 

“Harapan kedepannya semoga relawan Mojokerto tetap solid dan tetap terjalin silaturrahminya”, terang Thohir alumni CBP Mojokerto.

 

Foto: segenap peserta relawan Mojokerto saat mengikuti pelatihan di Long Storage Kalimati, Tarik, Sidoarjo.

 

Penulis: Yulia Novita Hanum