Turun Level 3, MWCNU Kecamatan Mojoanyar Bersiap Gelar Sejumlah Kegiatan Ke-NU-an

Turun Level 3, MWCNU Kecamatan Mojoanyar Bersiap Gelar Sejumlah Kegiatan Ke-NU-an

NU Online Mojokerto – Tren menurunnya sebaran covid-19 menjadikan ormas ormas Islam siap bergeliat kembali untuk melakukan kegiatan sosial keagamaan. Seperti halnya MWCNU Kecamatan Mojoanyar, pada Jumat malam (10/09/21) menggelar rapat koordinasi di gedung MWCNU untuk melakukan sejumlah kegiatan.

Hadir dalam pertemuan tersebut, H. Syaiful Anam S.Pd.I, M.Pd.I (Ketua MWCNU Kecamatan Mojoanyar), H. Nur Rohmad (Wakil Ketua PCNU Kabupaten Mojokerto), Lembaga dan Banom serta ketua ranting se-Kecamatan Mojoanyar.

Dalam sambutannya, H. Syaiful Anam S.Pd.I, M.Pd.I menyampaikan agar pengurus NU Mojoanyar mempersiapkan diri untuk menggerakkan kegiatan seperti Ngaji Ahadan dan Lailatul Ijtima’. Untuk lembaga dan Banom, harus bersinergi dalam membuat kegiatan seperti JQHNU dan LP. Maarif bisa bersinergi untuk masuk pembinaan al-Quran ke sekolah dasar.

“Saya berharap agar semua mempersiapkan diri. Minggu depan kita menjadi tuan rumah untuk ngaji ahadan. Dan saya minta pula LDNU untuk mengaktifkan kembali lailatul ijtima. Begitu pun dengan JQHNU yang memiliki program untuk membina Al-Quran di sekolah sekolah dasar, agar juga bersinergi dengan LP. Maarif” terang H. Syaiful Anam S.Pd.I, M.Pd.I

Abah Anam, demikian sapaan akrab H. Syaiful Anam S.Pd.I, M.Pd.I juga memberikan tugas kepada Ranting untuk melakukan pendataan wakaf sebagaimana program 1000 wakaf dari PCNU Kabupaten Mojokerto. Abah Anam merinci, ranting bisa bekerjasama dengan GP. Ansor dan IPNU IPPNU untuk melakukan pendataan sejumlah aset wakaf di Mojoanyar. Kemudian mengidentifikasi aset aset itu milik NU atau bukan.

Bun Yani, Ketua LWP NU Mojoanyar menambahkan, agar Ranting sudah selesai mendata harap segera dilaporkan kepada LWP NU untuk kemudian ditindaklanjuti.

Disela sela pembahasan kegiatan ke-Nu-an di Mojoanyar, Drs. H. Nur Rohmad, MM. memberi materi tentang penguatan nilai aswaja agar pengurus NU Mojoanyar memiliki spirit yang kuat dalam menyebarkan Islam ala Ahlusunnah waljamaah.

“Dulu NU dimaknai sebagai orang bodoh. Tapi kini NU itu menjadi perhatian semua orang. Sebab NU terbukti dalam interaksi dengan negara memiliki keluesan.┬áNU itu kuat dan bersatu, apabila ada persoalan. Tetapi kalau sudah tidak ada masalah, maka adem ayem, kadang bertengkar dengan kanan kiri. Karena sering adem ayem, kadang ada wilayah wilayah yang direbut oleh minhum. Seperti aset aset ibadah NU. Karenanya sangat penting gerakan untuk melindungi aset NU dengan gerakan 1000 wakaf NU” tuturnya.

Lebih jauh, Drs. H.Nur Rohmad MM menjelaskan,┬áPesantren NU memiliki keunggulan dalam pendidikan. Karenanya minhum ingin meniru dengan mendirikan rumah Tahfidz. Kita sebagai umat Islam senang dengan banyak orang yang hafal Al Qur’an, masalahnya idiologi politiknya yang berlawanan dengan NKRI yang perlu diwaspadai.

“Kita senang dengan banyaknya penghafal al Quran melalui rumah Tahfidz, tetapi masalahnya idiologi mereka yang berlawaan dengan NKRI, yang perlu kita waspadai” terang Wakil Ketua PCNU Kabupaten Mojokerto yang berdomisili di Pacet itu.

 

Kontributor : LTN Mojoanyar