Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor Kecamatan Puri Gelar “Songoan”

Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor Kecamatan Puri Gelar “Songoan”

NU Online Mojokerto – Pada Kamis malam (09/09/21) Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Puri mengaktifkan kembali kegiatan rutin ‘Songoan’ secara tatap muka setelah bulan-bulan sebelumya dilakukan secara virtual. Kegiatan yang menjadi program unggulan Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor (MDSRA) Kecamatan Puri ini dilaksanakan di Masjid Baitul Makmur Dusun Sukorejo Desa Tampungrejo Kecamatan Puri.

Turut hadir pada kegiatan ini Drs. H. Saifuddin Ar (Ketua MWCNU Kecamatan Puri), H. Makudi (Ketua Ranting NU Desa Tampungrejo, H. Khusairi (Kepala Dusun Sukorejo) dan jajaran Takmir Masjid Baitul Makmur.

Acara dibuka pukul 20.00 WIB oleh Sahabat Fandi (Anggota Ansor sekaligus Ketua Karang Taruna Desa Tampungrejo). Kemudian Pembacaan tahlil oleh Sahabat Masrur Ulum (Ketua MDSRA Puri, Modin anyar yang santer diberitakan beberapa waktu lalu baca selengkapnya di: https://nuonlinemojokerto.or.id/2021/09/01/masrur-ulum-modin-muda-kader-ansor/ )

Pembacaan Shalawat Mahallul Qiyam oleh Grup Banjari Ranting IPNU Tampungrejo, sambutan secara berurutan oleh Kepala Dusun, Ketua MWCNU Puri dan Ketua PAC GP Ansor Puri (M. Tujin Mujianto), selanjutnya mau’idhoh Hasanah oleh Ustadz Khudori (Penasihat PAC GP Ansor Puri) kemudian ditutup oleh Bapak Wahyudi.

H. Khusairi (Kepala Dusun Sukorejo) dalam sambutannya menyampaikan pentingnya memaksimalkan kemampuannya untuk bekal masa depannya.

“Saya yakin yang hadir di sini adalah pemimpin-pemimpin di desanya masing-masing. Entah apa itu, minimal pemimpin bagi dirinya sendiri. Untuk itu pemuda harus bisa menunjukkan kemampuannya, lebih-lebih pada kegiatan ini sebagai bekal di masyarakat.” Terang H. Khusairi.

“Makanya tadi saya tidak setuju jika pemimpin tahlil itu-itu saja, yang mauidhoh itu-itu saja. Biarlah yang muda-muda saja, anggap saja ini sebagai ajang latihan para pemuda sebagai generasi penerus yang tua-tua.” Lanjut H. Khusairi.

Ditempat terpisah Ustadz M. Sofiyyul Asrori (Sekretaris MDSRA Puri) menyepakati apa yang disampaikan Pak Kadus. “Apa yang disampaikan oleh Bapak Kepala Dusun tadi betul dan sebenarnya sudah sejalan dengan kemasan program ‘Songoan’ Rijalul Ansor Puri ini, karena kemasan kegiatan Songoan di dalamnya ada semacam kultum atau khitobah yang dilakukan secara bergilir bagi anggota Ansor yang ada di Kecamatan Puri, termasuk petugas-petugasnya (MC, Pemimpin Tahlil)” terang Ustadz Sofi. “Hanya saja karena songoan hari ini awal tatap muka kembali dan dibatasi oleh waktu, maka untuk sementara belum siap dilaksanakan.” Lanjut Ustadz Sofi.

Sambutan selanjutnya dari Ketua MWCNU Puri, H. Saifuddin.  H. Saifuddin memberikan motivasi kepada seluruh Banom NU yang ada di Kecamatan Puri agar melaksanakan kegiatan yang positif, tetap menjaga kesehatan dan memperhatikan  prokes. Selain itu, H. Saifuddin mendorong kepada GP Ansor turut serta membantu program 1000 Wakaf yang tengah digalakkan. “Sekarang tengah digencarkan Program PCNU yakni 1000 Wakaf, untuk itu kami meminta tolong kepada Pemuda Ansor untuk turut serta membantu mensukseskan program tersebut.” Terang H. Saifuddin.

H. Tujin Mujianto (Ketua PAC GP Ansor Puri) dalam sambutannya menyampaikan siap membantu program 1000 Wakaf tersebut. “GP Ansor siap membantu mensukseskan program wakaf. Alhamdulillah kami selaku bagian dari kepanitiaan program tersebut hari ini sudah menyelesaikan distribusi form ke ranting-ranting NU se Kecamatan Puri.” Sambut Tujin.

Selain tentang program wakaf, M. Tujin Mujianto juga menyampaikan terkait organisasi yang tengah diembannya agar seluruh jajaran pengurus PAC menyelesaikan tugas-tugasnya. Mulai dari sekretaris agar menyelesaikan administrasi kesekretariatannya, Bendahara agar menyelesaikan laporan keuangannya serta lembaga-lembaga (1) LKMSA (Lembaga keuangan Mikro Syariah), (2) LBOK (Lembaga Organisasi dan Kaderisasi), (3) LKP (Lembaga Kursus dan Kepelatihan) agar semuanya bergerak menyelesaikan tugas-tugasnya.

Acara berakhir tepat pukul 22.00 WIB setelah sebelumnya ditutup dengan do’a.

Kontributor : Fahrul Irwan