Pertemuan Forum PCNU se-Jawa Timur, Gus M. Ali Makki Zaini : Muktamar Tidak Boleh Mundur Lagi

Pertemuan Forum PCNU se-Jawa Timur, Gus M. Ali Makki Zaini : Muktamar Tidak Boleh Mundur Lagi

NU Online Mojokerto – Forum PCNU se-Jawa Timur menggelar pertemuan kembali setelah lama tidak diselenggarakan selama pandemi berlangsung. Pertemuan digelar di wisma PCNU Kabupaten Mojokerto pada senin sore (06/09/21). Hadir dalam pertemuan tersebut 33 PCNU dari 45 PCNU yang diundang.

“Alhamdulillah dari 45 PCNU yang kami undang, hadir 33 PCNU. 7 diantaranya izin tidak bisa hadir karena bersamaan dengan acara” terang Gus M. Ali Makki Zaini, ketua Forum PCNU se-Jawa Timur.

Terkait agenda pertemuan PCNU se-Jawa Timur tersebut, Gus M. Ali Makki Zaini,  menyampaikan bahwa tujuan diselenggarakan pertemuan itu, selain koordinasi program program antar PCNU se-Jawa Timur, juga menghasilkan rekomendasi rekomendasi kepada PWNU agar disampaikan kepada PBNU.

“Pertemuan ini sebenarnya untuk mengokohkan program program PCNU se-Jawa Timur yang pernah disepakati. Karena lama tidak bertemu akibat pandemi, maka pertemuan ini sangat penting untuk dikuatkan kembali. Selain itu, dalam forum ini, kami merekomendasikan kepada PWNU Jawa Timur untuk disampaikan kepada PBNU, agar Muktamar tidak diundur undur lagi” terang Ketua PCNU Kabupaten Banyuwangi itu.

Masih kata Gus M. Ali Makki Zaini, Muktamar yang diundur, akan menyebabkan menurunnya marwah organisasi. Begitu juga akan berakibat dengan persoalan administrasi dan terkendalanya program program organisasi.

“Bila Muktamar diundur lagi, maka akan mengakibatkan berbagai persoalan yang menurunkan marwah organisasi. Juga akan menjadikan persoalan tersendiri terkait soal administrasi dan terkendalanya program program organisasi”

Gus M. Ali Makki Zaini juga menjelaskan rekomendasi yang diberikan oleh Forum PCNU se- Jawa Timur agar pemilihan Ketua PBNU hingga ke bawah, menggunakan ahlul halli wal aqdi.

“Untuk menjaga marwa NU, maka kita juga meminta kepada PWNU untuk disampaikan kepada PBNU, agar pemilihan Ketua Tanfidz dari PBNU hingga ke bawah menggunakan ahlul halli wal aqdi seperti pemilihan Syuriah yang dilakukan selama ini” terangnya.

“Kita akan terus menyuarakan perbaikan organisasi melalui forum PCNU se-Jawa Timur. Setelah ini kita akan melakukan pertemuan di Surabaya. Kemungkinan bisa juga ke Banyuwangi” tutupnya.