Penutupan Khataman Al Quran di Angkring Ijo, KH. Marzuki Mustamar : Soal Vaksin, Bertanyalah Pada Ahlinya

Penutupan Khataman Al Quran di Angkring Ijo, KH. Marzuki Mustamar : Soal Vaksin, Bertanyalah Pada Ahlinya

Dawarblandong, NU Online Mojokerto – Penutupan khatmil Quran selama satu bulan penuh di Angkring Ijo oleh Gus Sofian atau yang akrab dipanggil Makerlar, pada senin malam (30/08/21) terasa istimewa. Hal ini disebabkan karena penutupan ini dihadiri oleh sesepuh Kiai Mojokerto, yakni KH. Khusein Ilyas dan Ketua PWNU Jawa Timur KH. Marzuki Mustamar.

KH. Khusein Ilyas yang menyampaikan tausiah, menyatakan bahwa fenomena kematian yang beruntun sesungguhnya adalah keanehan yang tidak biasa. Hal ini seperti keanehan tanah jawa sendiri. Untuk bisa ditempati oleh manusia, KH. Khusein Ilyas menerangkan, Syekh Subakir harus melakukan tirakat panjang sehingga tanah jawa bisa ditempati oleh anak turunya.

KH. Marzuki Mustamar yang menyambung tausiah KH. Khusein Ilyas menyatakan bahwa warga NU tidak boleh berfikir aneh aneh dengan menyangsikan program pemerintah terkait vaksin. KH. Marzuki Mustamar menyarankan kepada warga Nahdliyin untuk bertanya kepada ahlinya. Soal virus jangan bertanya kepada ahli nahwu sorof. Tapi bertanya kepada dokter ahli virus.

“Sekarang ini ada Gus yang menyatakan bahwa vaksin dalah rekayasa pemerintah untuk membunuh umat Islam. Ini jangan dijadikan pedoman. Sebab soal vaksin dan virus, kita harus bertanya kepada ahlinya. Dan menurut dokter PWNU, covid 19 itu adalah nyata. Bukan gethok gethok’an. Karenanya kita perlu vaksin. Dan sudah dipelopori kiai kiai besar. pondok pondok besar. Kita sebagai warga NU, harus ikut. Tidak perlu menyangsikan kiai kiai kita yang telah berfatwa, yang kealiman beliau tidak perlu disangsikan” tegas KH. Marzuki Mustamar.

KH. Marzuki Mustamar dalam tausiahnya yang menggebu bersemangat menyatakan bahwa selain warga NU harus menerima vaksinasi agar sehat, juga harus memenuhi syareat yang diajarkan agama. Tetap ke Masjid tetapi harus patuh kepada protokol kesehatan. Mengikuti pulasara sesuai protokol, tetapi juga harus sah dalam memulasara jenazah.

“Selain harus sesuai protokol kesehatan, penanganan jenazah harus sesuai dengan syariat. Seperti harus dimandikan. Tidak boleh menggunakan peti dengan posisi terlentang”

KH. Marzuki Mustamar, juga mengingatkan kepada warga nahdliyin yang hadir, agar menjaga diri dalam pergaulan ditengah masyarakat. Lebih lebih ditengah pandemi yang belum berakhir.

 

Kontributor: LTN Dawarblandong