Mengenang 18 Tahun Wafatnya KH. M. Ishomuddin Hadzik

Mengenang 18 Tahun Wafatnya KH. M. Ishomuddin Hadzik

Banyak kenangan manis semasa hidup beliau dengan saya, terutama setelah saya menikah dengan putri KH. M. Zubaidi Muslich (salah satu Guru Gus Ishom), pengasuh Ponpes Mamba’ul Hikam yang letaknya kurang lebih 200 m dari rumahnya yang berada di timur jalan raya, dpn pintu gerbang Ponpes Tebuireng.

Kami sudah mengenal cukup lama sejak saya kuliah di Universitas Darul Ulum Jombang dan sama-sama aktivis jurnalustik dan pengisi beberapa rubik media masa, terutama di Majalah Tebuireng yang saat itu di komandani Lukman Hakim, santri Tebuireng asal Nganjuk, yang sekarang menjadi salah satu Kyai Sufi yang cukup terkenal di Jakarta.

Gus Ishom, orangnya kalem, sederhana dan tawadhu’ dalam penampilan serta bersarung cekak dalam kesehariannya.
Ketika saya masih tinggal di Pondok Pesantren mertua sekitar tahun 1999-2003, beliau sering datang ke rumah dengan mengendarai sepeda motor honda ulung warna merah dan berlama lama ngobrol setengah diskusi dengan saya tentang berbagai hal yang sedang berkembang, utamanya tentang politik dan agama, sesekali beliau mengutarakan pemikiran beliau tentang masa depan Pondok Pesantren Tebuireng yang saat itu diasuh oleh KH.Yusuf Hasyim, paman beliau dari ibunya, dan putra ragil Hadratus syech KH.M.Hasyim Asy’ari.

Sejuk, gayeng penuh persaudaraan saat saat kami ketemu dan berdiskusi hingga tengah malam, dan sering berakhir obrolan kami di tahu tek Cukir atau Nasi kikil Yu Tandur di Mojosongo Diwek Jombang.

Saat itu, beliau adalah salah satu pemikir yang sering berdialog dengan Gus Dur (sepupunya). Hingga beliau disebut sebut sebagai generasi penerus KH.Hasyim Asy’ari yang dipersiapkan dan pantas memimpin Pondok Pesantren Tebuireng pasca KH.Yusuf Hasyim.

Namun Allah berkehendak lain, karena kasih sayang-Nya terhadap Gus Ishom, Allah memanggilnya lebih awal sebelum semua cita-cita luhur beliau terlaksana. Beliau wafat dalam usia muda 38 tahun, pada tanggal 26 Juli 2003, dengan meninggalkan dua anak yang masih kecil dan istrinya yang bernama Nia Daniyati.

Semoga almarhum sahabat, saudara KH. Ishomuddin Hadzik husnul khotimah dan tenang, tentram bersama para auliya’ dan dzuriyahnya di sisi Allah SWT,…Amien.

Alfaatihah…

 

26 Juli 2021

Habib, Pekukuhan