Bupati Kabupaten Mojokerto Meminta Kerjasama Kepada Ulama Untuk Sukseskan PPKM

Bupati Kabupaten Mojokerto Meminta Kerjasama Kepada Ulama Untuk Sukseskan PPKM

NU Online Mojokerto – Menyikapi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang diberlakukan tanggal 3 – 20 Juli 2021, Pemerintah Daerah Kabupaten Mojokerto mengumpulkan ulama se Kabupaten Mojokerto.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Mojokerto, Ketua DPRD, Kapolres, Dandim, Ketua MUI Kabupaten Mojokerto, Ketua PCNU Kabupaten Mojokerto, Ketua Muhammadiyah Mojokerto, Ketua LDII, dan tamu undangan.

Dalam pertemuan tersebut, Gus Bara, Wakil Bupati Mojokerto menyampaikan agar ditengah melonjaknya pandemi tetap tenang dan tidak panik. Sebab, sambil meminjam istilah Ibnu Sina, ketenangan dan kesabaran, adalah obat dan penyembuh dari suatu penyakit. Karenanya, Gus Bara menghimbau agar Ketua Organisasi Keagamaan untuk menenangkan warganya agar tidak panik dan tetap tenang.

Selain upaya langkah kongkrit yang dilakukan oleh pemerintah daerah, Gus Bara berharap agar Ketua Organisasi Keagamaan untuk menggunakan upaya upaya ilahiyah seperti membacakan istighosah, sholawat atau khatmil Qur’an.

“Selain upaya upaya dhohir, kita berharap agar Ketua Ormas Keagamaan bisa membantu dengan menggunakan pendekatan ilahiyah seperti membaca sholawat tibbil qulub, istighosah atau khotmil Qur’an” pinta Gus Bara.

Kapolres Kabupaten Mojokerto, AKBP Dony Alexander juga menyatakan permintaannya kepada para ulama untuk membantu suksesnya PPKM di Kabupaten Mojokerto. Seperti penundaan pelaksanaan ibadah secara massal di Masjid.

Tetapi kata AKBP Dony Alexander, ikhtiar ikhtiar ilahiyah sebagaimana dihaturkan oleh Wakil Bupati, ia sangat mendukung. Hanya saja diperlukan aturan yang membatasi agar tidak terjadi kerumunan.

Yang sangat berat, masih kata Kapolres Kabupaten Mojokerto itu, termasuk pada saat pelaksanaan Hari Raya Idul Adha yang masih dalam jeda waktu PPKM. Ia berharap para ulama memberi kesadaran bahwa pelaksanaan Hari Raya Idul Adha bisa dilaksanakan di rumah. Adapun penyembelihan korban, akan diatur sedemikian rupa, sehingga tidak melanggar protokol kesehatan, tetapi daging qurban bisa didistribusikan ke masyarakat miskin.

Senada dengan Kapolres Kabupaten Mojokerto, Dandim Mojokerto menyampaikan permintaan kerjasamanya kepada para ulama untuk membantu suksesnya PPKM. Hal ini dikarenakan sangat gentingnya kondisi masyarakat yang terus berjatuhan korban setiap hari.

“Kami sangat berharap kepada para ulama dalam membantu pemerintah terhadap PPKM Darurat yang ada di Mojokerto. Sebab saya pribadi pernah ditegur sebab tren kenaikan terjadi di Mojokerto” terang Dandim Mojokerto.

dr. Ikhfina, Bupati Mojokerto juga menyampaikan permintaan kerjasamanya para ulama untuk membantu pemerintah kabupaten Mojokerto untuk sukseskan PPKM. Karena kondisi Kabupaten Mojokerto saat ini sedang berada dalam kondisi darurat. Saat ini terdapat 562 orang yang dinyatakan positif. Dan yang telah meninggal berjumlah 78.

“Setiap kita menemukan pasien positif maka kita segera melakukan tracking. Hanya saja tidak menutup kemungkinan banyak yang tidak terdeteksi kemudian berkumpul di Mushola dan Masjid” terangnya.

Karenanya dengan PPKM Darurat yang didukung oleh semua fihak, Bupati Mojokerto berharap, akan terjadi tren penurunan Covid 19 di Mojokerto. (Is)