Ngaji Guneman PAC IPNU IPPNU Kecamatan Mojosari Kembali di Gelar

Ngaji Guneman PAC IPNU IPPNU Kecamatan Mojosari Kembali di Gelar

NU Online Mojokerto – Setelah sempat libur dua kali pertemuan, ngaji guneman kembali lagi menyapa rekan-rekanita IPNU IPPNU Kecamatan Mojosari pada hari Senin (28/06/2021) bertempat di Mushollah Az-Zumar, Dusun Awang-awang, Desa Awang-awang, Kecamatan Mojosari. Ngaji Guneman sudah menjadi kegiatan rutin PAC IPNU IPPNU Kecamatan Mojosari yang diselenggarakan satu minggu sekali setiap hari Senin dan diikuti oleh anggota PAC IPNU IPPNU Kecamatan Mojosari kurang lebih 20 rekan rekanita.

Kegiatan ini dimulai sekitar pukul 20.15 WIB dan diawali dengan pembacaan tawasul ke muasis pendiri NU dan pengurus NU di Kecamatan Mojosari yang telah meninggal dunia. Setelah itu, rangkaian acara Ngaji Guneman dimulai. Yang pertama adalah pembacaan kitab lubabul hadis oleh Ustadz Taufik. Dan pada kesempatan tersebut beliau menyampaikan tentang pentingnya wudhu dan menjaga wudhu serta fadilah wudhu itu sendiri.

Tidak sebatas mendengarkan apa yang disampaikan saja, para rekan-rekanita juga dapat mengajukan pertanyaan apabila ada yang belum dimengerti, hal demikian menjadikan suasana lebih interaktif, menyenangkan dan tidak menjadikan rekan-rekanita cepat bosan dikala ngaji berlangsung.

Sekitar pukul 20.45 WIB, ngaji kitab lubabul hadis selesai dan dilanjutkan dengan rangkaian acara yang kedua yaitu pelatihan muhadhoroh. Dalam pelatihan muhadhoroh ada yang bertugas sebagai MC dan ada pula yang menjadi penceramah.

Ustadz Taufik pun memberikan apresiasi dan masukan bagi para rekan-rekanita yang berlatih muhadoroh tersebut. Sehingga penampilan berikutnya ada perbaikan kualitas.

Rekanita Mita selaku Wakil Ketua PAC IPPNU Kecamatan Mojosari sangat mengapresiasi kegiatan rutinan Ngaji Guneman dan sangat bersyukur karena sekarang sudah lumayan banyak kader-kader yang tergerak untuk turut berkontribusi dan aktif hadir dalam kegiatan rutinan ini.

“Ya harapannya sih simple ya sebenernya.. semoga bisa tetap istiqomah dan semakin banyak jama’ah nya. Misalnya ada muhadhloroh itu kan..bisa mengembangkan potensi terpendam dari masing2 kader”, ungkap Rekanita Mita.


Kontributor LTN NU : Mila Agustin