PCNU KAB. MOJOKERTO
Masa Khidmat 2018-2023, Muhasabah Perjalanan Paruh Waktu

PCNU KAB. MOJOKERTO Masa Khidmat 2018-2023, Muhasabah Perjalanan Paruh Waktu

Tanggal 06 Oktober 2018, Konferensi Cabang Nahdlatul Ulama kab. Mojokerto mengamanatkan satu ide besar bagi pengurus masa khidmat 2018-2023 , yakni menjadikan NU kab. Mojokerto menjadi sebuah organisasi yang mandiri dan bermartabat.

Sebagai tindak lanjut dari amanat konferensi ini, Pengurus membreakdown nya dalam kerangka kerja logis yang berisi tentang Visi, Misi, Indikator Kinerja dan bentuk kegiatan yang di lakukan untuk mencapai tujuan yang di amanatkan oleh konferensi cabang 2018.

Hal-hal di atas, kemudian di terjemahkan dalam Musyawarah Kerja Cabang I, yang di laksanakan pada 6-7 Maret 2019 di wisata desa Kec. Dlanggu.

Dalam Forum tinggi organisasi ini diputuskan pijakan filosofis dari semua gerakan yang akan di munculkan dalam masa khidmat ini. Bahwa ada 4 tujuan strategis yang “harus” dicapai dalam masa khidmat ini, yakni : (1) Memperkuat kelembagaan jam’iyah melalui pengembangan sistem ; (2) Menciptakan kader² yang memiliki kapasitas dan keterampilan yang baik ; (3) Memperkuat peran NU di bidang Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi, Politik dan sosial budaya ; dan (4) Memperkuat hubungan dengan organisasi-organisasi lain.

Untuk memberikan penilaian obyektif dari 4 tujuan utama tersebut, maka dalam muskercab I juga di putuskan indikator kinerja yang dilekatkan pada 4 tujuan strategis sebagai alat ukur obyektif terhadap capaian yang telah di lakukan oleh masa khidmat ini.

Wafatnya KH. Mashul Ismail, Rais PCNU (Allahu Yarham) dan K. Faiz El-Muttaqin (Allahu Yarham), Katib PCNU Serta Wafatnya al-Maghfurlah KH. Masrur Sa’dulloh, Pejabat Rais yang di pilih untuk menggantikan KH. Mashul Ismail, di awal masa khidmat tentu memberikan pengaruh pada Usaha PCNU dalam Memperkuat kelembagaan jam’iyah melalui sistem.

Melalui mekanisme yang tertera dalam AD/ART organisasi maka terpilihlah KH. A Jamzuri Syarif, sebagai Pejabat Rais dan KH. Fallaqul Alam sebagai Katib untuk membersamai KH. Abdul Adzim Alwi, Ketua PCNU dalam kepengurusan Masa khidmat 2018-2023.

Ikhtiar untuk mencapai tujuan penguatan kelembagaan melalui sistem dilakukan dengan memperkuat skema pembagian tugas dan wewenang dalam kepengurusan harian PCNU. Setiap Pengurus Harian Syuriyah dan Tanfidziyah, mempunyai tugas “leading sector” Kordinasi kelembagaan (termasuk Banom) dan tugas kewilayahan (Kordinasi dengan MWCNU).

Meng-istiqamah-kan Rapat harian Syuriyah – Tanfidziyah dalam menjalankan organisasi, adalah salah satu usaha “penguatan kelembagaan”. Dengan ini, semua pengurus harian Syuriyah-Tanfidziyah terlibat dalam semua keputusan² strategis organisasi.
Pembentukan “Badan Khusus”; kepanitiaan/team kecil untuk melakukan “percepatan” pencapaian tujuan-tujuan strategis, di lakukan untuk program-program tertentu. Semisal Team Asset dan Team pendirian BMT (Baitul Mal Wattamwil) NU Majapahit.

Juga, Mendorong kinerja lembaga dengan menggelar rapat kordinasi lembaga, serta monitoring dan evaluasi (Monev) secara periodik dan mendorong kerjasama antar lembaga – Banom dalam melaksanakan program kerjanya.

Langkah-langkah di atas adalah “cara yang dipilih” oleh PCNU masa khidmat 2018-2023 untuk mencapai penguatan kelembagaan secara system.

Untuk menambah kewibawaan organisasi, KH. Mashul Ismail (Allahu Yarham), Rais beserta KH. Abdul Adzim, Ketua PCNU menginginkan pemavingan halaman kantor dan membangun Masjid di area kantor PCNU.  Hal ini kemudian di sepakati dalam Rapat Harian Syuriyah – Tanfidziyah pada pertengahan bulan Januari 2019.

Karena memandang besaran dana yang harus di keluarkan untuk dua program ini, maka diputuskan untuk mengutamakan infaq anggota (Nahdliyyin) sebagai simbol “kemandirian organisasi” yang ingin dibangun pada masa khidmat ini.

Pembelian tanah di sekitar kantor PCNU, adalah salah satu amanat dalam Muskercab I. Pada pada bulan maret tahun 2020, PCNU membeli tanah seluas 3.000 m² di selatan kantor dengan harga Rp. 1.700.000.000,-.

Tidak berhenti di situ, Toilet sebagai fasilitas penunjang Masjid, di bangun di timur Masjid PCNU dengan luas kurang lebih 250 m².
Pembangunan Gedung BLK, untuk pelatihan penyiapan tenaga kerja profesional di bidang tertentu dari kalangan nahdliyin di Timur Kantor juga telah di selesaikan dengan baik.

Di paruh kedua masa khidmat ini, PCNU ber-azam untuk mendirikan bangunan gedung kesekretariatan lembaga dan Banom yang representatif untuk menunjang kinerja organisasi yang lebih baik dan meninggikan Marwah organisasi.

BMT sebagai program penguatan perekonomian warga nahdliyin, resmi di launching pada akhir tahun 2019. Dalam keadaan perekonomian makro yang berat karena terpaan pandemi covid 19.

Perjalanan awal yang begitu berat, tidak membuat semangat juang BMT NU MAJAPAHIT untuk menggerakkan perekonomian nahdliyin patah. Semua elemen steakholder nya bersatu padu untuk memberikan hasil yang terbaik.

Laporan terakhir (per Mei 2021) BMT NU MAJAPAHIT, dana founding yang dikelola sebesar Rp. 2,9 M ; keuntungan bersih yang didapatkan sekitar Rp. 189.000,- ; dengan total penerima manfaat lebih dari 2000 orang.

Pendataan warga Nahdliyin kab. Mojokerto dengan melalui Kartanu tahap I ini, telah berhasil mendata nahdliyin sebanyak 117.864 orang. Sebenarnya Kartanu tahap I berakhir pada bulan Maret 2021, tetapi beberapa kendala menyebabkan sekitar Tujuh ribu kartu belum bisa terbagikan (akhir Mei 2021). Diharapkan akhir Juni 2021, semua kartu tersebut sudah di bagikan pada warga.

Capaian Kartanu, juga representasi hasil kerja keras pengurus MWCNU dan pengurus ranting yang telah ikut serta turun langsung untuk kesuksesan program ini. Kartanu tahap I ini baru menyentuh 30% dari jumlah total ranting NU di kabupaten Mojokerto.

Pendirian Faskes, yang juga menjadi prioritas program sudah mulai di jalankan. Kendala pandemi covid sangat mempengaruhi proses perizinan. Tetapi melihat progres yang berjalan saat ini, minimal satu Faskes dapat kita dirikan pada tahun 2021 ini.

Filantropi yang menjadi garapan  kerja lazisnu, juga menunjukkan progres yang sangat baik. Pada tahun 2020, berhasil mengelola total Rp. 750.046.500,- (tidak termasuk zakat fitrah). Di salurkan dengan rincian : 35 % pada fakir miskin, 30 % pada anak yatim dan sisanya di salurkan pada hal-hal lain yang bersifat kemanusiaan.
Pada Ramadhan tahun ini (2021), khusus Zakat fitrah yang di kelola mencapai total Rp. 2,1 M. 

Penulis :

Zamroni Umar (Wakil Sekertaris PCNU Kab. Mojokerto)