Bangun Persaudaraan, Gereja Kristen Jawi Wetan Silaturahmi ke PCNU Kab. Mojokerto

Bangun Persaudaraan, Gereja Kristen Jawi Wetan Silaturahmi ke PCNU Kab. Mojokerto

NU Online Mojokerto – Pada hari Kamis pagi (03/06/21) PCNU Kab. Mojokerto menerima kunjungan Komisi Hubungan Antar Umat Beragama Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Mojokerto. Rombongan terdiri dari 24 orang dari unsur pendeta dan utusan komisi hubungan antar umat beragama.

Turut menerima dari PCNU Kab. Mojokerto, Gus Zainal Abidin, Gus Zamroni, Gus Taufik, H. Hafidz Busyri, Syafiuddin dan beberapa pengurus lainnya.

Menurut penuturan Pendeta Masud, tujuan rombongan dari Gereja Jawi Wetan yang dimotori oleh Komisi Hubungan Antar Umat Beragama ini untuk menjalin persaudaraan lahir batin antar umat beragama.

“Kami ingin membangun persaudaraan lahir batin antar umat beragama ” terang Pendeta Masud

Menurut Pendeta dari Jetis ini, persaudaraan antar umat beragama sangat penting untuk terus dipupuk bersama. Dan GKJW ingin lebih jauh mengenal saudara antar umat beragama. Dan tak sekadar mengenal, ke depan, ingin membuat kegiatan bersama sama dalam bidang kemanusiaan.

“Selama ini, kami masih bersama Gus Durian melakukan kerja kerja kemanusiaan. Ke depan kita ingin lebih jauh melakukan kegiatan bersama sama dengan antar umat beragama misalnya melakukan kegiatan dalam bidang kemanusiaan” imbuh Pendeta Masud.

Menanggapi uraian Pendeta Masud, Gus Zainal Abidin, Wakil PCNU Kab. Mojokerto menyampaikan terima kasihnya telah dikunjungi oleh GKJW. Lebih jauh Gus Zaenal Abidin menyampaikan bahwa persaudaraan menurut NU itu mempunyai tiga unsur, yang pertama, ukhuwah islamiyah, yaitu menjalin persaudaraan antar umat Islam, kedua, ukhuwah wathoniyah, yaitu persaudaraan sesama anak bangsa, dan yang ketiga, ukhuwah basyariyah yaitu persaudaraan sesama umat manusia.

Bahkan kata Gus Zainal Abidin, salah satu ukuran keimanan seseorang adalah memuliakan tetangga atau juga memuliakan tamu. Tanpa memandang agamanya.

“Salah satu ukuran keimanan dalam Islam adalah hormat kepada tetangga, tamu tanpa memandang keagamaan seseorang”

Usai memberikan sambutan masing masing, acara kemudian dilanjut dengan ramah tamah dan dialog antar jamaah.