Hari ini, Pengurus Ranting NU se-Kecamatan Kemlagi Resmi Dilantik

Hari ini, Pengurus Ranting NU se-Kecamatan Kemlagi Resmi Dilantik

NU Online Mojokerto – Setelah 20 ranting menggelar musyawarah ranting (Musran) se-Kecamatan Kemlagi, hari ini, Selasa (01/06/21), pengurus ranting NU Kemlagi resmi dilantik.

Pembacaan SK kepengurusan ranting NU yang baru dibacakan langsung oleh Gus Hafidz Busyri, Wakil Sekertaris PCNU Kabupaten Mojokerto. Sedangkan pembacaan baiatnya dipimpin oleh Rois Syuriah MWC NU Kemlagi, KH. Ahmad Syifaur Romly.

Dalam sambutannya, H. Syaiful, Ketua MWC NU Kemlagi, menyampaikan harapannya agar ke depan segenap pengurus ranting NU yang baru, agar bersatu dan bekerja sungguh-sungguh dalam merawat dan melestarikan faham Ahlussunnah wal Jamaah di tengah-tengah masyarakat. Sebab tantangan ahlusunnah waljamaah di era milineal ini sangatlah banyak seperti paham radikalisme yang semakin hari semakin kencang berhembus.

“Sebagai warga Nahdliyin, kita harus mampu bersinergi bersama-sama untuk tetap merawat dan mengembangkan jam’iyyah ini melalui pendidikan, ekonomi, maupun kesehatan yang menyeluruh. Itulah tantangan besar kita ke depan, ” terang H. Syaiful.

Rois Syuriah MWC NU Kecamatan Kemlagi, KH. Syifaur Romly, menyampaikan wejangan kepada pengurus ranting NU yang baru dilantik,

“Bertaqwalah kalian semua sebatas kemampuan. Semoga kita semua yang hadir dan termasuk pengurus yang baru dilantik, benar-benar mampu bertaqwa dan menjalankan perintah dengan sebenar-benarnya. Dan harapannya agar supaya kelak kita semua dimatikan Allah sebagai wa antum muslimun ” KH. Syifaur Romly mewejang.

Senada dengan KH. Syifaur Romly, KH. Ahmad Syaikhullah, selaku wakil PCNU Kab. Mojokerto menyampaikan agar dalam menjalankan amanah sebagai pengurus ranting NU yang baru harus benar benar total. Sebab dengan keseriusan mengabdi kepada NU, maka akan diakui sebagai santrinya Mbah Yai Hasyim Asy’ari. Dan bila diakui sebagai santri Mbah Yai Hasyim Asy’ari, maka akan didoakan mati Khusnul khatimah.

“Karena kita semua berada di barisan terdepan santrinya Mbah Hasyim Asy’ari, maka yang paling ditekankan adalah menjaga dan melaksanakan amanah yang telah diberikan. Oleh karenanya, saat setelah dibai’at, maka semua pengurus yang telah dibai’at harus benar-benar menjalankan dan ngopeni akar rumput yang ada di masyarakat. Karena kekuatan NU sesungguhnya adalah berada di ranting NU. ” Tegas Kiai Syaikhu.

Selanjutnya, beliau berpesan kepada semua yang hadir agar memahami AD/ART organisasi dan mampu menjalankannya dengan benar dan sungguh-sungguh.

“Mudah-mudahan dalam menjalankan amanat lima tahun ke depan, kita semua termasuk orang yang menjalankan amanat dan mampu menjadi santrinya Mbah Hasyim yang sesungguhnya” imbuhnya.

Acara ditutup dengan doa yang disampaikan oleh Syuriah MWC NU Kemlagi, KH. Maskuri Hakam.

Kontributor : LTN Kemlagi