PAC. GP. Ansor Ngoro Antarkan Yugo Prihatanto Berikrar Sahadat

PAC. GP. Ansor Ngoro Antarkan Yugo Prihatanto Berikrar Sahadat

NU Online Mojokerto – Pada hari yang masih diliputi kemenangan perayaan hari raya Idul Fitri ini, ada saudara baru lagi yang mengikrarkan diri dalam naungan Islam. Tepat tanggal 17 Mei 2021, Yugo Prihatanto dengan alamat perum Gempol Citra asri, mengikrarkan dua kalimat sahadat, menjadi Muslim setelah sebelumnya dalam iman Kristen. Ikrar sahadat dibimbing langsung oleh Gus Asaduddin Mudzakir, di Masjid Al Fattah Kota Mojokerto, dengan dihadiri ketua PAC GP ANSOR kecamatan Ngoro Gus Saufi, Kasatkoryon BANSER kec Ngoro sahabat Api’in dan juga para anggota Ansor lainnya.

Tentang kemualafannya, Yugo Prihatanto menyatakan rasa syukurnya sebab telah memperoleh hidayah yang menghantarkannya masuk agama Islam.

Ia mengaku bahwa perpindahan keyakinannya itu tanpa ada yang memaksa. Ia bercerita, awalnya, dia tertarik agama Islam karena tinggal di kawasan perumahan yang mayoritas penduduknya beragama Islam, sehingga setiap hari terdengar suara azan dari masjid. Suatu saat, kala mendengar adzan, hatinya bergetar dan merasa nyaman, terlebih ketika mendengarkan lantunan ayat-ayat suci Alquran yang dibaca di masjid dekat tempat tinggalnya.

Rasa nyaman dalam hatinya itu yang kemudian membawanya untuk memeluk agama Islam. Tetapi dia mengakui, proses memperoleh Hidayat itu sangat panjang dan berliku. Ia mulai memantapkan hatinya, saat bertemu dengan sahabat-sahabat Ansor. Ia mendapat support dan arahan agar segera berikrar supaya Islamnya semakin yakin dan melekat. Karenanya ia kemudian bertekad bulat ikrar sahadat ke Gus Asadudin Mudzakir Ma’aruf.

Harapan dari Yugo, agar sahabat-sahabat Ansor dan Banser selalu setia mendampingi dan membimbing serta mengarahkan ke dalam hal-hal yang bersifat positif lebih-lebih mau mengajaknya ke dalam kegiatan keagamaan. Ia juga berjanji akan mencari seorang ustaz untuk senantiasa belajar memperdalam ilmu-ilmu agama Islam.

Acara prosesi ikrar berjalan singkat sekitar 20 menit dan berakhir dengan ditandainya proses penyerahan sertifikat sebagai syarat mutlak dan resmi menjadi seorang muslim.

Setelah acara selesai sang mualaf diantar oleh sahabat sahabat GP Ansor ke rumah Romo yai Husein Ilyas untuk mendapat doa restu juga sekaligus mengharap barokahnya. (Hasan-ngoro)