Menilik Makam Sayyid Husain Karang Kedawang Mojokerto

Menilik Makam Sayyid Husain Karang Kedawang Mojokerto

Menurut Mbah KH. Khusein Ilyas, Sayyid Husain yg makamnya terletak di Depan Masjid Ar Rohim Dusun Kedawung Desa Karang Kedawang Kec Sooko Kab. Mojokerto itu adalah putra Maulana Malik Ibrahim dan juga Kakek Buyut Mbah Kyai Husain Karangnongko Mojokerto.

Sayyid Husain diperkirakan berada di kedawang sekitar tahun 1300 – 1400 M. Di daerah ini dulunya tempat belajarnya para pangeran Majapahit, dan termasuk daerah perdikan. Menurut Mbah KH. Khusain Ilyas, istri dari Mbah Sayyid Husain adalah wanita yang sakti mandraguna, yang bernama Nyai Dewi, masih keturunan Panjalu.

Konon, apabila terjadi perang, Nyai Dewi ini yang turut berangkat menuju medan laga. Sedang Sayyid Husain diminta tetap di padepokan mengajar para santri.

Kalau menurut catatan kerajaan kelantan Malaysia, Sayyid Husain ini putra sayyid Ibrahim al hadrami ( saudara maulana malik ibrahim putra dari Syaikh Jumadil Kubro, beda ibu ), kalau dari jalur ini Sayyid Husain adalah saudara Sunan Ampel beda ibu.

Syaikh Jumadil Kubro I, adalah bapak para wali yang makamnya ada di Wajo Sulawesi, beristri sampai 9 kali. Sedang Syaikh Jumadil Kubro II Troloyo Mojokerto adalah putra dari Syaikh Jumadil Kubro I, dari ibu putri raja Nazim India, Syaikh Jumadil Kubro Troloyo masih saudara dengab Syaikh Subakir.

Sayyid Abdurraohman ( Jaka Tarub ) juga saudara dari Sayyid Husain yang makamnya di Kedawung ini.

Sejarah para wali memang tumpang tindih karena banyak kesamaan nama, dan umurnya rata rata di atas 100 tahun. Maulana Malik Ibrahim konon berumur sampai 180 tahun lebih, begitu juga dengan Sayyid Husain ini, umurnya diperkarakan lebih dari 100 tahun, dan rata rata beristri lebih dari 1.

Penulis : Damar Kesaenan

Alfatihah