Kumpulkan Pengurus MWCNU, PC. LPPNU Kab. Mojokerto Bagikan Bibit Unggul G 01

Kumpulkan Pengurus MWCNU, PC. LPPNU Kab. Mojokerto Bagikan Bibit Unggul G 01

Online Mojokerto – PC. LPPNU Kab. Mojokerto terus melakukan inovasi. Salah satu bentuk inovasi itu adalah dikeluarkannya bibit unggul G 01 LPPNU. Untuk mengenalkan produk itu, maka PC. lPPNU mengundang 5 pengurus MWCNU yang terdiri dari unsur pengurus harian dan LPPNU di Wisma NU pada Ahad ( 18/04/21).

KH. Abd Adzim Alwi dalam sambutan pembukaan menyampaikan rasa bahagianya sebab LPPNU terus melakukan inovasi menyelesaikan persoalan petani Mojokerto yang mayoritas adalah warga Nahdliyin.

“Selama ini pengolahan pertanian dengan pola biasanya, masih menghasilkan 6 sampai 7 ton padi tiap hektar. Tetapi dengan inovasi LPPNU dan timnya, telah mampu menembus hingga 12 ton tiap satu hektar” ujar KH. Abd. Adzim Alwi.

Dihadapan hadirin yang hadir, Ketua PCNU Kab. Mojokerto ini mengapresiasi produk bibit varietas unggul yang diproduksi oleh PC. LPPNU Kab. Mojokerto.

“Panjenengan akan diberi bibit unggul. Bibit unggul ini dari bibit Thailand yang digabung dengan bibit bramu. Bibit ini tahan wereng. Tetapi perlu saya ingatkan, selain berbagai usaha dengan bibit unggul, pupuk organik, dan berbagai ikhtiar, jangan lupa dengan doa. Sebab dengan doa itu, kita memohon agar diberi kesuksesan dalam menanam” imbuh KH. Abd. Adzim Alwi.

H. Edy Ikhwanto, Ketua PC. LPPNU Kab. Mojokerto menerangkan tentang varietas bibit unggup produk yang dikembangkan bersama timnya,

“LPPNU ditugaskan oleh KH. Adzim untuk melakukan inovasi. Karenanya kita melakukan inovasi berupa pengembangan bibit unggul dari penggabungan bibit Thailand dan Bramu yang kita namai G 01 LPPNU. Dan dari uji coba penanaman, telah berhasil menghasilkan 1 malai sampai 400 bulir. Usia panennya 80 – 90 hari” terangnya.

H. Edy Ikhwanto juga menjelaskan lebih jauh, untuk mencapai target 10 sampai 12 ton hektar, diperlukan beberapa tahap, mulai pemilihan bibit, pola tanam, pupuk dan ketahanan dari hama. Lebih dari itu yakni petani harus banyak berdoa.

Selain mendedahkan tentang kualitas bibit unggul produksi PC. LPPNU, H. Edy Ikhwanto juga mengenalkan pupuk hasil inovasinya. Pupuk yang dikenalkan itu ia namai pupuk pembenah tanah mekagreen LPPNU.

Acara kemudian ditutup dengan doa dan pembagian bibit varietas unggul ke seluruh peserta yang hadir. (Isno)