Gelar Ngaji Rutin, Kader NU Belahan Tengah Undang Gus Barra Membalah Kitab Nasoihul Ibad

Gelar Ngaji Rutin, Kader NU Belahan Tengah Undang Gus Barra Membalah Kitab Nasoihul Ibad

NU Online Mojokerto – Pengajian rutin yang digelar oleh Kader NU Desa Belahan pada hari Selasa (6/4/21) terasa istimewa. Pasalnya pengajian tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati sekaligus beliau yang membalah kitabnya.

Ngaji rutin ini ditempatkan di Masjid Al-Amin Desa Belahan Tengah Kecamatan Mojosari. Dimulai dengan Khotmil Qur’an dari pagi hari hingga 12.30 siang. Dan berlanjut pada pukul 15.00 dengan diadakannya pengobatan gratis dari team BASADA.

Pengobatan gratis ini membuat masyarakat sangat antusias sehingga mereka berbondong-bondong untuk ikut berobat. Selain gratis, mereka juga ingin mencicipi pengobatan alternatif yang diberikan oleh tim Basada. Pengobatan gratis ini selesai menjelang maghrib

Usai Maghrib Team dari NU Care Lazisnu MWCNU Mojosari menyiapkan persiapan untuk pembagian santunan anak yatim yang di bantu oleh IPNU dan IPPNU sampai adzan Isyak dikumandangkan.

Tepat pukul 19.15 rombongan dari pemerintah setempat yang meliputi Bapak Camat Mojosari yang didampingi langsung oleh Kepala Desa Belahan Tengah serta Ketua MWCNU Kecamatan Mojosari H. M. Nawawi dan Gus Mad sebagai inisiator ngaji bareng bersama menyambut kedatangan Wabup Gus H. M. Albarra, LC. HUM.

Takmir Masjid Al-Amin, Ustadz Imam Mashudi dalam sambutannya mengatakan permintaan doa restu dan keberkahan semoga Masjid Al Amin menjadi tempat yang diberkahi dan dicintai Allah dan masyarakat sekitarnya.

Ustadz Imam Mashudi dalam kesempatan itu juga menyampaikan terima kasih telah diberikan kesempatan sebagai tempat ngaji bareng yang istimewah karena dihadiri langsung dari pak Camat dan jajarannya dan sebagai pembaca kitab Nashoihul ibad orang nomer 2 di Kabupaten Mojokerto.

Selanjutnya prakata dari Gus mad sebagai penggagas acara, mengucapkan terimakasih kepada Gus Bara yang menerima permohonan dari panitia ngaji bareng sebagai qori’ kitab Nashoihul Ibad suatu kehormatan yang tak ternilai ucap Gus Mad.

Usai sambutan, pembacaan Kitab Nashoihul Ibad oleh Gus Barra dimulai. Pesan dari Gus Bara, yang diambil dari intisari isi kitab tersebut adalah sebagai ummat Islam harus menerima dengan Ridho terhadap pembagian dari Allah. Sebagai Muslim haruslah memiliki jiwa yang lapang hatinya dan selalu bersyukur.
Karena ketidakpuasan terhadap orang lain maka akan menimbulkan permasalahan contoh seperti baru-baru ini teroris, dan pagi tadi ditemukan bom di kecamatan Pungging itu adalah karena bentuk dari kurang lapangnya hati dan tidak mau bersyukur.


Acara berakhir jam 21. 30. ditutup doa oleh Gus Bara