Turba Dan Silaturahmi Kedua PCNU Kab. Mojokerto Ditempatkan di MWCNU Puri

Turba Dan Silaturahmi Kedua PCNU Kab. Mojokerto Ditempatkan di MWCNU Puri

NU Online Mojokerto – Turba yang kedua PCNU Kab. Mojokerto ditempatkan di kantor MWCNU Puri pada Sabtu (03/05/21). Acara dimulai pada pukul 14.00 dengan diawali bacaan Al Fatihah dan ucapan marhaban oleh H. Saifuddin, Ketua MWCNU Puri.

Usai ucapan marhaban, tim PCNU Kab. Mojokerto langsung memimpin acara Turba. Diawali dengan paparan maksud dan tujuan Turba serta sosialisasi program program NU Mojokerto oleh KH. Abd. Adzim Alwi.

KH. Abd. Adzim Alwi, dalam kata pengantarnya menyampaikan rasa syukurnya bisa bersilaturahmi dengan lima MWCNU yang ditempatkan di kantor MWCNU Puri. Ke depan, KH. Abd Adzim Alwi berharap Turba Turba berikutnya bisa beranjangsana antar MWCNU.

KH. Abd Adzim Alwi kemudian memaparkan bahwa kegiatan NU di Mojokerto itu sangat banyak. Hanya saja dalam bidang ekonomi masih kalah dengan diluar NU. Oleh karenanya KH. Abd Adzim Alwi berharap semua elemen NU di Mojokerto harus terus berbenah dan berbenah.

Beberapa langkah yang ditawarkan KH. Abd Adzim Alwi, seperti pendirian Faskes (Fasilitas Kesehatan) yang hendak didirikan di MWCNU Jatirejo. Pun halnya dengan NU Mart yang telah ada di MWCNU Dlanggu. KH. Abd Adzim Alwi berharap semua MWCNU bisa belajar kepada MWCNU Dlanggu.

Dalam bidang pertanian, KH. Abd Adzim Alwi memaparkan program LPPNU Kab. Mojokerto yang telah membuat pupuk organik, sistem tanam berjarak, dan juga menjual beras organik.

Selanjutnya Abah Reza Pahlevi selaku bendahara umum PCNU Kab. Mojokerto menyampaikan teknis subsidi dari PCNU Kab Mojokerto ke MWCNU sejumlah Rp. 10.000.000. Dan  untuk subsidi setiap ranting sebesar Rp. 1.500.000.

Subsidi akan diberikan melalui rekening BMT NU Mojopahit. Untuk membuka rekening BMTNU ini, Ketua dan Bendaharanya membawa KTP dan SK organisasi. Pengurus BMT NU nanti akan datang ke MWCNU masing masing.

H. Shobirin menjelaskan progres tentang permasalahan Kartanu yang selama masih trouble. Beliau berjanji, akan segera menuntaskan persoalan Kartanu. Usai H. Shobirin, H. Hafidz Busyri mensosialisasikan tentang program name board untuk Pengurus Anak Ranting (PAR).

Acara kemudian dilanjutkan dengan dialog hingga penutupan yang ditutup dengan doa.