NU Care Lazisnu Jetis Santuni 70 Anak Yatim dan Dhuafa

NU Care Lazisnu Jetis Santuni 70 Anak Yatim dan Dhuafa

NU Online Mojokerto – NU Care LAZISNU MWCNU Jetis terus bergerak menebar kemanfaatan kepada warga di wilayah Jetis. Pada hari Kamis (01/04/21), lembaga yang diketuai oleh Mahmud Bukhori S.Ag itu menyantuni yatim piatu dan dhuafa yang ada di desa Mojolebak Kec Jetis.

Acara ditempatkan di Masjid Ismailiyyah Dusun Ketapang Wetan Desa Mojolebak. Nampak hadir Ketua MWCNU Jetis, pengurus NU Care LAZISNU MWCNU Jetis, pengurus ranting Mojolebak, Takmir Masjid Ismailiyah dan para tamu undangan.

Dalam sambutannya, Ketua MWCNU Jetis H. Usail S.Pd.I menginggatkan kembali semua yang hadir untuk tetap mengamalkan, menjaga dan melestarikan amaliyah yang sudah biasa di lakukan oleh warga NU seperti tahlian, yasinan, diba’, sholawatan dan lain lain.

H. Usail S.Pd.I, selain mengingatkan jamaah untuk tetap beramal amaliyah Nahdliyah, juga beramal jariyah sedekah ke NU Care LAZISNU. Abah Usail menyatakan bahwa banyak manfaat akan diperoleh bersedekah melalui LAZISNU, selain memperoleh pahala, juga pemberiannya akan tepat sasaran. Distribusi dari Lazisnu tidak dipergunakan untuk membiayai teroris, tetapi betul betul digunakan untuk anak yatim dan dhuafa.

“Lazisnu itu mendistribusikan dananya tepat sasaran seperti pada acara ini. Langsung diberikan kepada anak Yatim dan Dhuafa” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Abah Usail, mendoakan semoga semua yang telah berzakat, berinfaq, bersodaqoh melalui LAZISNU di balas berlipat ganda dan barokah rizkinya.

Ustadz Mahmud Bukhori, dalam sambutannya, mengharapkan agar agniya’ yang ada di Mojolebak menyalurkan zakat infaq shodaqohnya melalui LAZISNU MWCNU JETIS.

“Insya Allah dari donasi aqniya yang terkumpul nanti akan disalurkan kepada yang membutuhkan” tegasnya.

H. MAT SALI sebagai ketua ranting NU Mojolebak mengucapkan terima kasih kepada pengurus LAZISNU karena telah membantu yatim piatu dan dhuafa yang ada di Desa Mojolebak. Ketua Ranting itu memohon maaf apabila ada penghormatan yang kurang berkenan.

Setelah doa dipanjatkan, pembagian santunan pun dimulai. Satu persatu Anak Yatim dan Dhuafa yang berjumlah 70 memperoleh santunan.

Diantara anak Yatim yang disantuni itu, terdapat anak kecil berusia tiga tahun. Namanya Ahmad Ali Ramadani putra dari almarhum Riduwan Budi Santoso. Waktu menerima santunan, semua orang meneteskan air matanya melihat ananda Ahmad Ali Ramadani yang di dampingi ibunya, ibu Sulis Indah Wati itu. Sebab ayah dari si yatim itu beberapa bulan yang lalu meninggalkannya untuk selama lamanya. (Dikin)