Songsong Bulan Ramadan, Rijalul Ansor PAC GP. Ansor Gelar Pengajian Umum

Songsong Bulan Ramadan, Rijalul Ansor PAC GP. Ansor Gelar Pengajian Umum

NU Online Mojokerto – Menyongsong bulan ramadan, Lembaga Majelis dan Sholawat Rijalul Ansor PAC GP. Ansor Ngoro pada Rabu malam (1/04/21) menggelar pengajian umum.

Acara dimulai dengan pembacaan tahlil dan sholawat. Yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al Quran. Bada pembacaan ayat suci Al Quran, acara dilanjut dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, mars Syubanul Waton, mars Ansor dan Banser.

Dalam sambutannya KH. Marzuki, Ketua MWCNU Ngoro menyampaikan bahwa pengajian umum ini sebenarnya adalah Rutinan Rijalul Ansor. Namun menjelang Ramadan, dikemas dengan adanya pengajian.

Dengan pengajian pengajian seperti ini, kata KH. Marzuki Nur akan membuat selamat dunia akhirat. Sebab jamaah dibawa untuk terus menerus mencintai ilmu. Selain itu, pengajian ala Nahdlatul Ulama ini tidak mengandung unsur mudah mengkafir kafirkan orang lain. Apalagi diajarkan untuk mengebom bunuh diri.

Dengan banyaknya pengajian, maka akan dijauhkan dari kiamat.  Juga pemahaman yang benar atas ajaran ajaran agama Islam.

“Pengajian ala NU itu dengan hikmah,  tidak mudah mengkafirkan. Bila berdakwah ternyata ada yang belum mau, ya tidak apa apa, mungkin bisa lain waktu” terang KH. Marzuki Nur.

Kepala Desa Tanjangrono, Bapak Damon menyampaikan terima kasih kepada pengurus Rijalul Ansor telah diberi amanah menjadi tuan rumah diselenggarakan acara ini.

“Saya mengucapkan terima kasih karena desa Tanjangrono telah diberi amanah untuk menyelenggarakan acara Rutinan yang dikemas dengan pengajian umum” terang Kepala Desa Tanjangrono.

KH. Abd. Adzim Alwi yang hadir menjadi penceramah dalam pengajian tersebut menyampaikan tentang pentingnya menjalankan Amaliah di bulan syaban, selain nisfu syaban, juga hormat kepada orang tua. Apabila orang tua telah tiada, maka melaksanakan ziarah sangatlah penting. Tradisi orang orang dahulu, menjelang Ramadan tidak melupakan untuk ziarah ke makam makam orang tua. Karenanya dibulan syaban oleh orang Jawa dinamakan ruah, dari asal luru arwah.

“Ruah itu berasal dari luru arwah. Karenanya dibulan ini sering orang Jawa mengadakan ruwah desa, mengirim doa doa kepada para arwah. Sebagai umat Islam, menziarahi orang tua ini penting. Orang tua adalah akar. Akar yang menyambungkan. Ia sumber itu sendiri” terang KH. Abd. Adzim Alwi.

“Banyak orang yang datang kepada saya untuk menyelesaikan permasalahan. Saya hanya memberi solusi, agar mereka meminta doa kepada orang tuanya. Apabila telah tiada, hendaknya mereka menziarahi makamnya. Dan alhamdulillah orang orang ini pada waktu yang lain datang ke saya lagi, permasalahan hidupnya telah terselesaikan” terang KH. Abd. Adzim Alwi lagi.

Selanjutnya KH. Abd Adzim mengakhiri Mauidoh hasanahnya dengan mendoakan kepada jamaah agar diberi kesempatan bisa bertemu dengan bulan ramadan.