Penutupan Musabaqoh Qiroatul Kutub, Dr. Muhaimin Iskandar : Ini Kekuatan Pesantren

Penutupan Musabaqoh Qiroatul Kutub, Dr. Muhaimin Iskandar : Ini Kekuatan Pesantren

NU Online Mojokerto – Pelaksanaan Musabaqoh Qiroatul Kutub yang diselenggarakan oleh DPC PKB Kab. Mojokerto bekerjasama dengan PCNU Kab. Mojokerto menuai banyak apresiasi.

Setelah pembukaan pada hari Sabtu (20/03/21) kemarin dihadiri oleh Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, Dr. Halim Iskandar M.Pd dan Katib Syuriah PWNU Jawa Timur, KH. Syafruddin Syarif serta tokoh tokoh berpengaruh Mojokerto, kini pada penutupannya dihadiri langsung oleh Ketua Umum PKB, Dr. Muhaimin Iskandar.

Dengan menggunakan Zoom Meeting, Dr. Muhaimin Iskandar atau yang akrab dipanggil Gus Ami mengapresiasi inisasi yang dilakukan oleh DPC PKB yang bekerjasama dengan PCNU Kab. Mojokerto yang menggelar Musabaqoh Qiroatul Kutub.

Pada kesempatan itu, Gus Ami menjelaskan bahwa Musabaqoh Qiroatul Kutub itu sangat penting sebagai bentuk pertahanan tradisi keilmuan yang telah dikembangkan para ulama pada zaman dahulu hingga era kontemporer.

Kitab kuning merupakan khazanah keilmuan Islam. Ia tidak sekadar sebagai dialektika keilmuan zaman dahulu, tetapi bisa menjadi prototipe dalam menyelesaikan berbagai problem kontemporer di Indonesia.

Khazanah keilmuan Islam dalam tradisi pesantren begitu kaya, termasuk pula dalam dialektika sosial dan politik. Masih kata Gus Ami, Suharto gagal dalam menafsirkan Islam Politik. Ia memberangus kekuatan Islam. Tetapi karena Islam memiliki ajaran, maka peran Politik itu tak bisa dikuburkan. Karenanya Suharto pada masa akhir pelengserannya, kembali kepada titik kekuatan politik Islam.

Pesantren memiliki kekuatan yang kuat dalam memelihara ajaran Islam ini. Ajaran ajaran Islam dalam kitab kuning diajarkan terus menerus dalam pesantren. Sehingga ia menjadi bagian penting dalam kenegaraan kita.

Karenanya elemen politik mengakui kekuatan pesantren ini sehingga dengan mudah Undang undang Pesantren bisa disahkan. Padahal kekuatan PKB sebagai penggagas masih kecil.

“Kita harus menggerakkan dakwah yang nyata. Ghirah dakwah harus digerakkan untuk kemenangan kekuatan ahlusunnah waljamaah” tutup Gus Ami

Dan terakhir, Gus Ami dalam kesempatan itu menyampaikan selamat kepada para pemenang yang turut berkompetisi dalam Musabaqoh Qiroatul Kutub,

“Selamat kepada para pemenang yang telah turut berkompetisi”

Untuk diketahui, Juara 1 Qiroatul Kutub Tingkat Awaliyah dimenangkan oleh liilsah Ainurosyidah dari PP. Darul Dakwah. Sedang pada tingkat wustho dimenangkan oleh Muhammad Nur Faris dari PP. Ianatut Tholibin, dan pemenang tingkat Ulya, diraih oleh Muhammad Haikal dari PP. Darul Dakwah.