Menjelang Ramadan, Ranting Sedati Ngoro Tutup Sementara Rutinan Semaan Al Qur’an Al Ittihad dan Majelis Dzikru Dzakirin

Menjelang Ramadan, Ranting Sedati Ngoro Tutup Sementara Rutinan Semaan Al Qur’an Al Ittihad dan Majelis Dzikru Dzakirin

NU Online Mojokerto – Jama’ah rutin Kamis pon Dusun Ngetrep Desa Sedati Kec. Ngoro Kab Mojokerto malam ini (18/03) mengakhiri rutinannya jelang memasuki bulan suci Ramadan 1442 H.

Penutupan acara Rutinan Majelis Dzikru Dzakirin menjelang puasa ini sudah jamak menjadi tradisi, agar pada saat puasa jamaah bisa konsentrasi melaksanakan ibadah puasa secara penuh.

“Penutupan sementara kegiatan Rutinan majelis Dzikru Dzakirin ini sudah menjadi tradisi tiap tahun, menjelang Ramadan. Selama Ramadan tidak ada kegiatan majelis Dzikru Dzakirin, ini memiliki tujuan agar jamaah bisa konsentrasi penuh ibadah puasanya. Setelah Ramadan akan kita mulai lagi rutinannya” terang Hasan, Ketua Panitia.

Rangkaian acara kegiatan ini dimulai dari pukul 05.00 wib hingga malam hari. Diawali dengan khotmil Qur’an dan disambung dengan pembacaan dzikir DZIKKRU DZAKIRIN dan doa. Setelah selesai ritual amalan itu, dilanjutkan dengan Mauidoh Hasanah. Sebelum maidloh hasanah, pada malam ini, diisi dengan sambutan dari Kepala Desa Sedati.

Bapak Alwi, Kepala Desa Sedati, dalam sambutannya menyampaikan agar jamaah yang terdiri dari para warga Sedati, selalu tetap mempertahankan rasa guyup rukun antar warga. Karena, kata Kepala Desa itu, dari situlah akan tercipta baldatun toyyibatun warobbun Ghofur.

“Saya mengharap kepada para warga sekalian agar menjaga rasa guyup rukun diantara kita semua. Sebab itulah kunci menjadikan negara kita ini bisa menjadi baldatun toyyibatun warobbun Ghofur” terang Bapak Alwi.

Lebih lanjut, Kepala Desa itu mengharapkan, walaupun acara kegiatan rutinan pada malam hari itu ditutup sementara, tetapi ia menghimbau agar warga tetap merutinkan amalan amalan dzikir di rumah masing masing secara istiqomah.

“Walaupun Rutinan dzikir ini kita akhiri sementara, tetapi saya tetap mengharapkan agar para warga sekalian meruntinkan amalan amalan dzikir dirumah masing masing dan dilaksanakan secara istiqomah” harap Kepala Desa itu.

Usai sambutan Kepala Desa, dilanjutkan dengan Mauidoh Hasanah yang disampaikan oleh KH. Dhofir Bachruddin. Dalam mauidhotul hasanahnya KH. Dhofir Bachruddin menyampaikan sejarah keteladanan nabi Yusuf dengan Siti Zulaikha dan perdana Mentri idfir yang di ambil dari kitab AL HIKAM.

Tepat pukul 22.00 wib, acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Romo KH MACHFUD. Bada acara, semua warga disajikan hidangan untuk dinikmati bersama sama.

Kontributor Ngoro : Hasan