Praktisnya Pelantikan MWCNU Jatirejo

Praktisnya Pelantikan MWCNU Jatirejo

NU Online Mojokerto – Pelantikan MWCNU Jatirejo yang dilangsungkan pada Ahad (14/03/21) terkesan sederhana dan praktis. Kesederhanaan dan kepraktisannya terletak pada dua acara yang dijadikan satu. Selain pelantikan, agenda satu hari itu juga dilanjutkan dengan musyawarah kerja lembaga lembaga dibawah naungan MWCNU.

Menurut Ketua Panitia, Muhammad Machin M.Pd, acara pelantikan memang dikemas sepraktis mungkin, tetapi tidak mengurangi bobot dari out out yang dihasilkan dari kegiatannya,

“Meskipun acara pelantikan ini sangat sederhana, tetapi kita mengharap yang dihasilkan adalah program program hebat” tutur Ketua Panitia itu.

Senada dengan Ketua Panitia, Ketua MWCNU Jatirejo, H. Ahmad Mansur S.Pd menyatakan kesederhanaan acara sesungguhnya tidak mengurangi semangat dari para pengurus yang telah dilantik,

“Sebenarnya sebelum dilantik pada hari ini, sudah ada lembaga lembaga yang sudah bergerak seperti LTM NU, Laziznu, LWP. Dan saya berharap setelah dilantik lebih giat lagi” terang H. Ahmad Mansur S.Pd dihadapan pengurus MWCNU Jatirejo dan Lembaga serta Banom.

H. Ahmad Mansur juga menjelaskan bahwa dibawah kepengurusan MWCNU Jatirejo masa Khidmah 2021-2026 sudah terbentuk 15 lembaga.

“Saat ini, dikepengurusan yang baru ini, MWCNU Jatirejo telah terbentuk 15 Lembaga. Hanya saja yang menjadi persoalan, bagaimana semua lembaga ini bergerak. Dan untuk bergerak ini memerlukan bensin” tutur Ketua MWCNU Jatirejo itu.

Pria yang juga menjadi Kepala Sekolah di SD Kejagan itu juga menjelaskan bahwa sudah ada lembaga lembaga yang bisa berdikari, dikarenakan telah memiliki pendapatan dari amal usaha yang telah dijalankan,

” Yang perlu kita pikirkan adalah bagaimana lembaga lembaga ini bisa menggali pendanaan yang mandiri. Saat ini ada lembaga yang telah mandiri seperti LPNU juga Lazisnu. Ke depan kita berharap PCNU benar benar memfasilitasi kita untuk memperoleh Faskes sebagai juga bagian dari sumber dana”

Menyikapi pernyataan H. Ahmad Mansur, KH. Abd. Adzim Alwi berkomitmen bahwa PCNU Kab. Mojokerto tetap menginginkan semua MWCNU bergerak. PCNU selain memberikan subsidi kepada MWCNU, juga punya pemberdayaan pemberdayaan ekonomi lainnya.

“Ke depan kita tidak hanya mensubsidi MWCNU saja, bahkan anak ranting pun akan kita beri perhatian. Saya ingin anak anak ranting diberi papan nama NU serta subsidi meskipun tidak besar. Tapi sudah saatnya kita memperhatikan anak ranting kita. Karena merekalah ujung tombak NU” terang KH. Abd. Adzim Alwi