Peringati Isro Miroj, Warga Kutogirang Hadirkan KH. Khusein Ilyas

Peringati Isro Miroj, Warga Kutogirang Hadirkan KH. Khusein Ilyas

NU Online Mojokerto – Sinerginya antara pengurus ranting NU, GP. Ansor, Takmir Masjid dan warga terlihat pada peringatan Isra Miroj di Dusun Oro Oro Ombo Desa Kutogirang, pada ahad malam (14/03/21). Pada peringatan Isro Miroj ini, tampak warga tumplek blek memenuhi halaman Masjid Oro Oro Ombo. Mereka menunggu nunggu kehadiran KH. Khusein Ilyas sebagai penceramah pada malam itu.

Sebelum maidloh hasanah, para pemuda yang tergabung dalam kepengurusan GP. Ansor, menunjukkan ketrampilan mereka dalam melantunkan sholat dengan diiringi tabuh terbang. Terdengar suara mendayu dayu memuji muji Nabi Muhammad dengan iringan musik yang rancak. Sampai di puncak sholawatnya, yakni pembacaan mahalul qiyam. Semua jamaah berdiri. Bertepatan itu pula, KH. Khusein Ilyas hadir ditengah tengah jamaah.

Usai lantunan ayat ayat suci Al Quran yang juga dilantunkan oleh anggota GP. Ansor, KH. Khusein Ilyas langsung dipersilahkan untuk menyampaikan mauidloh hasanah. Dalam mauidloh hasanahnya, KH. Khusein Ilyas menyampaikan cerita yang sangat menarik tentang kesaktian Raja Firaun. Firaun diceritakan oleh KH. Khusein Ilyas sebagai seorang raja yang ahli riyadloh. Sehingga Allah menerima riyadlohnya. Tetapi imbalan yang diminta oleh Fir’aun, bukannya menginginkan surganya Allah, tetapi menginginkan hidup 500 tahun dan terhindar dari penyakit.

Permintaan Firaun itu dikabulkan dengan teken darah di epek epek malaikat jibri. Bahwa ia hanya menginginkan hidup 500 tahun dan tak berpenyakitan serta rela tidak masuk surga.

Singkat cerita, Raja Firaun memperoleh informasi akan kehadiran musuh. Maka ia melakukan genosida pada anak anak laki laki dari ibu ibu Yahudi. Tetapi Allah berkehendak musuh Firaun yang masih bayi dalam keadaan selamat dilindungi Allah bahkan dirawat sendiri oleh istri Raja Firaun.

Dan sejarah membuktikan, musuh Firaun yang bernama Musa itu yang kemudian menenggelamkannya bersama pasukannya di sebuah laut merah.

Mbah KH. Khusein Ilyas menegaskan sesungguhnya Raja Firaun itu mukmin, hanya saja ia mati dalam keadaan suul khotimah karena pilihan hidupnya serta perjanjiannya dengan malaikat Jibril. (I$)