Pelantikan Pengurus MWCNU Kec. Trawas Yang Istimewa

Pelantikan Pengurus MWCNU Kec. Trawas Yang Istimewa

NU Online Mojokerto – Pelantikan pengurus MWCNU Trawas terasa istimewa, sebab pelantikannya dilaksanakan bersama dengan kegiatan lainnya dalam satu waktu. Seperti peringatan Isra Miraj dan Lailatul ijtima’.

Bahkan sebelum pelantikan pengurus MWCNU Trawas, Ketua GP. Ansor Kab. Mojokerto, Gus Ali, juga melantik PAC GP. Ansor Kec. Trawas di tempat yang sama yakni Masjid Tamiajeng.

Pada pelantikan PAC GP. Ansor Kec. Trawas ini memunculkan tokoh baru yang memimpin organisasi ini dengan geliat gebrakan program kerja visioner yakni M. Saifullah Khoiruddin. Ia dikenal sebagai putra aktivis LP. Ma’arif, Bang Udin.

Tepat pukul 21.00, KH. Abdul Adzim dan rombongan PCNU Kab. Mojokerto hadir dengan disambut sholawat Ishari. Usai pembacaan sholawat, Sekertaris PCNU Kab. Mojokerto membacakan surat keputusan pelantikan pengurus MWCNU Kec. Trawas masa Khidmah 2021-2026 tertanggal 27 Rajab/ 10/03/21.

“Dengan ini saya berhentikan secara terhormat pengurus MWCNU Kec. Trawas masa Khidmah 2016-2021, dan melantik pengurus MWCNU Kec. Trawas masa Khidmah 2021-2026” Gus Taufik membacakan surat keputusan.

Para pengurus baik dari Rais maupun Tanfidziah maju ke depan kemudian dibaiat oleh KH. Abd. Adzim Alwi dengan menirukan kalimat kalimat ikrar untuk ketulusan mengabdi menjadi pengurus MWCNU dengan sebaik baik pengabdian.

Pada puncak acaranya, KH. Abd Adzim Alwi didaulat sebagai pengarah sekaligus sebagai penyampai mauidloh hasanah peringatan Isra Mi’raj. KH. Abd Adzim Alwi dalam kesempatan ini menyampaikan beberapa hal terkait pentingnya idiologi bagi para pengurus MWCNU.

“Idiologi itu sangat penting dimiliki oleh pengurus. Karena ia akan menguatkan kepercayaan dalam melangkah menjalankan suatu organisasi” terang KH. Abd. Adzim.

Selain menerangkan tentang keorganisasi, KH. Abd Adzim juga menjelaskan tentang hikmah Isra Miraj. Beliau juga mendoakan agar pandemi segera berakhir sehingga kegiatan Kegiatan ke NU-an berjalan normal kembali.

Acara ditutup dengan doa. Ba’da doa, panitia mengarahkan beramah tamah di rumah takmir setempat. Yang istimewa selain hidangan makan malam, rombongan PCNU dimanjakan dengan kelezatan durian asli Trawas.