Peringati Harlah NU dan Muskercab, PKB Akan Gelar Musabaqoh Qiroatul Kutub

Peringati Harlah NU dan Muskercab, PKB Akan Gelar Musabaqoh Qiroatul Kutub

NU Online Mojokerto – Memperingati Harlah NU dan Muskercab, PKB Mojokerto akan menggelar Musabaqoh Qiroatul Kutub. Untuk mematangkan program tersebut, pada Kamis (25/02/21) bertempat di wisma NU, panitia acara dibentuk.

Dalam rapat perdananya, disepakati sejumlah keputusan. Pelaksanaan Musabaqoh Qiroatul kutub akan dilaksanakan pada 21-22 Maret 2021. Adapun tempatnya akan direncanakan dilaksanakan di kantor PKB dan Wisma PCNU. Dan kitab yang dilombakan, untuk ula yakni Nadzom aqidatul awam, tingkat wustho melombakan pembacaan Fatkhul Qorib sedang tingkat Ulya, membaca Fatkhul Qorib Tsani. Untuk juknis, persyaratan dan lain lain masih diperlukan rapat ulang untuk mematangkannya.

Ainy Zuhro yang hadir pada rapat tersebut menyatakan bahwa musabaqoh qiroatul kutub yang akan dilaksanakan kelak adalah bakti PKB kepada NU.

“Ini adalah bentuk bakti kami kepada NU. Insya Allah tiap tahun bisa diagendakan” tukasnya.

Menyambut rencana pelaksanaan Musabaqoh Qiroatul Kutub yang akan digelar PKB bersinergi dengan NU tersebut, KH. Abd. Adzim selaku Ketua PCNU Kab. Mojokerto memiliki harapan agar musabaqoh itu menjadi momen untuk meningkatkan kompetensi generasi Nahdliyin menguasai kitab kuning yang akhir akhir ini mengalami trend penurunan.

“Saya menyambut bahagia dengan adanya musabaqoh qiroatul kutub ini. Sebab banyak diantara generasi NU, mulai menurun kemampuan menguasai kitab kuning. Dengan adanya inisiatif dari PKB menyelenggarakan musabaqoh qiroatul kutub, mudah mudahan menjadi mereka terdorong untuk berprestasi menguasai kitab kuning” harap KH. Abd. Adzim.

Senada dengan KH. Abd. Adzim Alwi, KH. Choirul Wahyudi, Ketua RMI NU Kab. Mojokerto menyampaikan terima kasih kepada PKB yang berinisiasi untuk menyelenggarakan musabaqoh qiroatul kutub.

“Kita sangat berterima kasih kita tidak kehabisan amunisi utk meningkatkan asah dari santri untuk motivasi meningkatkan prestasi” terang KH. Choirul Wahyudi.