Siapkan Musker PCNU Kab. Mojokerto, Ketua Panitia : Ini Amanat

Siapkan Musker PCNU Kab. Mojokerto, Ketua Panitia : Ini Amanat

NU ONLINE MOJOKERTO – Persiapan Musker terus dimatangkan. Setelah terbentuknya kepanitiaan, pada Rabu (23/02/21) panitia langsung tancap gas mengadakan rapat perdana.

Ketua Panitia, Dr. M. Nizar menyampaikan bahwa panitia yang telah ditunjuk, merupakan hasil isyarah Kiai dan rembukan para pimpinan. Karenanya mau tidak mau harus melaksanakan tugas yang diamanatkan.

Sebagai rapat perdana, Pria yang lebih akrab dipanggil Gus Nizar ini, menegaskan bahwa panitia harus memahami tugas dan tanggungjawabnya pada pelaksanaan Musker yang direncanakan akan dilaksanakan pada tanggal 22-23 Mei 2021 di PP. Nurul Islam Pungging.

“Karena ini adalah amanat, maka mau tidak mau kita harus melaksanakan tugas yang diberikan kepada kita” tegasnya.

Selain membahas teknis, dalam rapat perdana itu juga dibahas secara mendalam tentang materi Musker. Disepakati tema Musker yang akan datang yaitu “Bersinergi memanfatkan hikmah menebar manfaat mewujudkan kemaslahatan umat”

Dari tema itu, kemudian dibreakdown dalam sejumlah isu yang dikemukakan oleh beberapa Kiai. Seperti KH. Abd Adzim Alwi mengharapkan agar NU Mojokerto ke depan bisa menata diri terutama berbenah dalam managerial yang masih perlu banyak perbaikan. KH. Abd. Adzim menyorot saling tumpah tindih serta tiadanya sinergi antar lembaga. KH. Abd. Adzim Alwi juga mengeluhkan adanya lembaga yang tidak memiliki program. Sehingga program program ideal NU tidak bisa berjalan dengan baik.

KH. Ahmad Siddiq selaku Steering Committe meminta kepada panitia untuk menerjemahkan gagasan KH. Abd Adzim dengan bahasa yang bagus dan terukur untuk menjadi materi Musker dan selanjutnya menjadi program unggulan NU setelah Musker yang kedua nanti.

Selain itu, Pengasuh PP. Nurul Islam Pungging itu, juga menyisir sinergisitas di dalam PCNU sendiri. Sebab masih banyak perlu pembenahan di internal sendiri walaupun bersinergi dengan luar juga sangat penting.

“Jangan sampai keinginan kita melakukan sinergi dengan luar lebih kita prioritaskan, sedangkan diinternal sendiri, kita masih belum kokoh” terang KH. Ahmad Siddiq

H. Hafidz Busyri mengusulkan sinergi dengan luar PCNU itu penting, tetapi yang perlu diingat, pengurus harus menjaga Marwah NU.

“Jangan sampai kesan kita itu jelek sehingga meruntuhkan Marwah NU. Kita harus menjaga Marwah itu” tukasnya.

Rapat pun semakin gayeng dengan berbagai usulan demi usulan untuk menguatkan materi Musker. Hingga pukul 16.00, rapat ditutup dengan doa dari Kiai Zainal Abidin. (Is)