H. Imam Mubarroq S.Pd.I dan H. Moh. Sholihan Akhirnya Terpilih Menjadi Rais dan Ketua MWCNU Gedek

H. Imam Mubarroq S.Pd.I dan H. Moh. Sholihan Akhirnya Terpilih Menjadi Rais dan Ketua MWCNU Gedek

Gedek – Setelah sepeninggal Rais dan Ketua MWC NU Gedek beberapa bulan lalu, agenda konferensi sempat terbengkelai. Hal ini dikarenakan hilangnya estafet kepemimpinan di MWC Gedek tersebut. Namun itikad untuk mematuhi roda organisasi dengan terlaksananya konferensi, membuat kepanitiaan konferensi harus bekerja keras.

Kerja keras dari panitia konferensi  MWCNU Gedek berbuah manis. Pada hari minggu (07/02/21) terlaksana dengan baik konferensi untuk memilih Rais dan Ketua MWCNU Gedek yang baru. Di gedung MI an-Nahdliyah Desa Sidoharjo Kec. Gedek, konferensi diberlangsungkan.

Hadir dalam konferensi tersebut, Ketua PCNU Kab. Mojokerto beserta rombongan, Camat Gedek dan Muspika, serta tokoh tokoh yang diundang untuk mengikuti perhelatan konferensi memilih pemimpin NU Gedek tersebut.

Dalam sambutan acara pembukaan, Ketua PCNU Kab. Mojokerto, KH. Abd. Adzim berpesan kepada pengurus MWCNU Gedek, agar segera tancap gas untuk mengejar ketertinggalan dengan MWCNU lainnya yang telah membuat program program unggulan. Ke depan, KH. Abd. Adzim Alwi berharap, MWCNU Gedek juga harus memiliki NU Mart, BMT, dan program program pemberdayaan ekonomi kerakyatan lainnya.

“Alhamdulillah MWCNU lainnya ada yang sudah memiliki NU Mart, ada juga yang telah memiliki BMT, dan program program ekonomi kerakyatan lainnya. Saya berharap ketua MWCNU Gedek terpilih nanti harus segera gas pol mengejar ketertinggalan dibanding MWCNU lainnya” terang KH. Abd. Adzim dihadapan peserta konferensi.

Senada dengan KH. Abd. Adzim, Camat Gedek, Tjatur Edi Novianto S.Sos juga mengungkapkan agar MWCNU Gedek ke depan mampu membuat terobosan terobosan program sehingga bisa bekerjasama dengan pemerintah guna menyelesaikan sejumlah problem ditengah masyarakat seperti penanggulangan covid 19 dan lain lain.

“Saya berharap MWCNU Gedek ini bisa membuat program program dalam pengentasan persoalan masyarakat. Kita berharap ke depan bisa saling bekerjasama” tukas Tjatur Edi Novianto S.Sos

Usai pembukaan, peserta konferensi menyepakati tata tertib dan juga pembahasan di sidang komisi komisi. Setelah itu peserta memilih ahlul hal wal aqdi. Dari pemilihan ahlul hal wal aqdi terpilih aggotanya diantaranya Drs. KH. Sulhan M.Pd.I, H. Fatkhur Rahman S.Ag, Pg.D.MA, Kyai Muharror, H. Imam Mubarroq, S.Pd.I dan H. Moh. Rifai. Dari kelima anggota Ahlul Hal Wal aqdi ini sepakat untuk memilih H. Imam Mubarroq S.Pd.I sebagai Rais MWCNU Kab. Mojokerto.

Usai terpilih raisnya, peserta konferensi memilih Ketua MWCNU Gedek. Dari ketiga calon yang dipilih, H. Moh. Sholihan-lah yang terpilih menjadi Ketua MWCNU Kec. Gedek periode 2021-2026 dengan total pemilih 13 dari 15 suara.

H. Moh. Sholihan berasal dari desa Batan Krajan. Beliau lahir pada tahun 1966 dari keluarga agamis yang menyukai ilmu agama. Karenanya sejak masuk dibangku sekolah, orang tuanya memilihkan sekolah untuk H. Moh. Sholihan di sekolah berbau agama, seperti sekolah formal di lingkungan PP. Beratkulon. Beliau melanjutkan tingkat lanjutnya juga tidak jauh dari sekolah berbau agama, yakni MAN Kota Mojokerto. Setelah itu berkelana dari pesantren ke pesantren. Termasuk pula aktif ngaji ke KH. Khusein Ilyas, baik malam 17-an maupun Jumat pagi.

Jiwa agamisnya terus membuncah, manakala beliau menikah dengan seorang gadis di Desa Sidoharjo dan mendapati desanya sepi dari kegiatan ke-NU-an. H. Moh. Sholihan kemudian mengumpulkan beberapa sahabat sahabatnya untuk berjuang menghidup hidupi NU. Beliau memang tidak tercatat dalam keanggotaan Ansor maupun Banser, tetapi ditangannya kelengkapan dan keperluan organisasi Ansor dan Banser dapat terpenuhi.

Di struktur NU, beliau pernah menjadi anggota LKKNU. Kemudian menjadi wakil bendahara di MWCNU Kec. Gedek selama beberapa periode. Dan pada tahun 2021-2026, H. Moh. Sholihan terpilih menjadi Ketua MWCNU Kec. Gedek.

Program ke depan untuk memajukan MWCNU Gedek, H. Moh. Sholihan ingin memprioritaskan penataan ulang atas pelaksanaan lailatul ijtima yang ada di Kec. Gedek selama ini. Selain itu beliau juga ingin merampungkan pembangunan gedung MWCNU Gedek yang belum selesai dari pembangunan yang diupayakan oleh pengurus sebelumnya. Pun beliau akan menghidupkan lembaga dan banom yang selama ini belum maksimal menjalankan program program kerjanya. (Is/Tri)