Selesaikan Permasalahan Kartanu, PCNU Kab. Mojokerto Ajak MWC NU Bermusyawarah

Selesaikan Permasalahan Kartanu, PCNU Kab. Mojokerto Ajak MWC NU Bermusyawarah

NU Online Mojokerto – Menyikapi permasalahan Kartanu yang hingga sekarang belum terselesaikan, PCNU Kab. Mojokerto pada hari Rabu siang (06/01/2020) mengumpulkan MWC NU di rumah KH. Abdul Adzim Alwi Dusun Jetak Desa Banjaragung Kec. Puri.

KH. Abd. Adzim Alwi selaku Ketua PCNU Kab. Mojokerto mengajak kepada Pengurus MWC NU untuk bersama sama menyelesaikan permasalahan Kartanu yang meleset dari target yang direncanakan.

“Mari kita bahas bersama sama permasalahan tentang BPJS, Kartanu dan juga rencana Musker. Permasalahan ini jangan sampai membuat kita berpecah belah, tetapi harus saling bahu membahu, kerjasama dan kompak untuk bersama sama menyelesaikan permasalahan dan juga menjalankan program yang di Muskerkan dua tahun lalu” terang KH. Abd. Adzim Alwi di depan pengurus MWCNU.

Diakui oleh H. Shobirin selaku Ketua Tim Kartanu melesetnya Kartanu dari target dikarenakan ada dua permasalahan besar yang dihadapi oleh Tim Kartanu. Yang pertama pandemi yang melanda dari bulan Maret hingga sekarang, dan yang kedua terkait hiruk pikuk Pilkada.

“Tim yang dibentuk sekitar Januari-Februari, tidak bisa bekerja maksimal sebab ditengah perjalanan kita dilanda pandemi” terang H. Shobirin.

“Selain pandemi, kita juga mengalami peristiwa Pilkada. Kebetulan karena saya Ketua Tim Sukses, maka saya meng-off-kan diri dari NU. Saya tidak ingin mengotori NU dari aktivitas saya. Karenanya saya Off. Dan kebetulan yang bergerak adalah sekertaris Tim Kartanu, Mas Syafik dan adik adik dari Lakpesdam” imbuh H. SHobirin.

Di lapangan, masih kata H. Shobirin, Tim Kartanu dihadapan permasalahan yang sangat berat. Sebab pendaftar Kartanu sangat banyak dan tidak memadainya peralatan mencetak kartu. Selain itu, Tim Kartanu juga kekurangan tenaga.

“Satu hari, peralatannya kekuatannya hanya bisa mencetak 100-150 kartu. Sehingga sampai sekarang masih menyisakan 109 ribu yang belum tercetak. Tetapi akan kita tuntaskan akhir februari dan paling lambat awal maret. Bila sudah terselesaikan kita sepakati lagi, apa diperlukan gelombang II ataukah tidak” jelas H. Shobirin.

Keterangan dari H. Shobirin sebagai Ketua Tim Kartanu tentang permasalahan melesetnya target cetak Kartanu difahami oleh semua MWC NU Kab. Mojokerto. Tetapi Pengurus MWC NU Kemlagi memberi catatan, usai Pilkada, Tim Kartanu harus bekerja keras menyelesaikan permasalahan ini. Dan juga harus membuka gelombang ke II, sebab pendaftar Kartanu masih membludak. (Is)