PCNU Kab Mojokerto Beri Bantuan Korban Banjir di Desa Tempuran Kec. Sooko

PCNU Kab Mojokerto Beri Bantuan Korban Banjir di Desa Tempuran Kec. Sooko

NU Mojokerto – Merespon korban bencana banjir di Desa Tempuran Kec. Sooko Kab. Mojokerto yang menggenangi 266 rumah warga selama empat hari itu, PCNU Kab. Mojokerto pada selasa (5/01/2021) mengunjungi warga Desa Tempuran yang kebanyakan adalah warga Nahdliyin.

KH. Abdul Adzim Alwi yang memimpin rombongan diterima oleh Kepala Desa Tempuran beserta relawan di depan Balai Desa. Atas nama PCNU Kab. Mojokerto, KH. Abd. Adzim Alwi menyerahkan bantuan berupa beras satu kwintal, lima belas dos air minum dan uang tiga juta.

“Kami tidak bisa memberi banyak bantuan. Jangan dilihat kecilnya bantuan, tetapi nilai perhatian kami yang hadir ditengah warga ini serta mendoakan semoga semua warga tabah dan sabar menghadapi ujian berupa banjir ini, semoga menjadi nilai tersendiri” ujar KH. Abd. Adzim Alwi

Selain memberi bantuan, KH. Abd Adzim Alwi meminta kepada Kepala Desa Tempuran agar terus mencari solusi dan alternatif penyelesaian persoalan banjir yang melanda setiap tahun. KH. Abd. Adzim Alwi juga menitipkan warga Nahdliyin yang merupakan warga mayoritas di Desa Tempuran, agar dipimpin dengan penuh kasih sayang dan dilayani dengan sebaik baik pelayanan.

Slamet, Kepala Desa Tempuran, mengucapkan terima kasih kepada PCNU Kab. Mojokerto yang telah memberi bantuan kepada warga terdampak. Serta ucapan terima kasih tak terhingga atas motivasi dan supportnya kepada warga Nahdliyin yang ada di Desa Tempuran.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PCNU Kab. Mojokerto yang telah memberi bantuan dan memberi support kepada kami. Semoga bantuan dan suportnya ini membawa manfaat bagi warga” tukas Slamet, Kepala Desa Tempuran.

Kepala Desa Tempuran itu juga menjelaskan, bahwa telah melakukan koordinasi dengan pemerintah untuk penanggulangan banjir di desa Tempuran. Ia berharap agar Bupati yang baru kelak, akan serius menyelesaikan persoalan banjir di desa Tempuran dengan fasilitas yang memadai, sehingga warga Tempuran terbebas dari dampak banjir.

“Kami telah mengusulkan agar dibangun tanggul sepanjang sungai. Selain itu juga perlu ada penjaga bendungan agar sewaktu waktu debit air meninggi dia bisa melakukan kontrol. Pelebaran jembatan juga diperlukan, sekaligus membuat kontruski jembatan tanpa kaki penyangga agar aliran air bisa lancar” Imbuh Kepala Desa Tempuran itu meyakinkan. (Isno)