Kaderisasi Pendakwah, MUI Kota Mojokerto Gelar Diklat Da’i/Da’iah

Kaderisasi Pendakwah, MUI Kota Mojokerto Gelar Diklat Da’i/Da’iah

Kota Mojokerto – Akhirnya acara yang ditunggu-tunggu oleh da’i/da’iya kembali hadir seperti di tahun sebelumnya.  Diklat calon da’i/da’iyah digelar oleh MUI Kota Mojokerto pada hari Sabtu(19/12/20) hingga minggu (20/12/20) di ruang pertemuan SMKN 1 Kota Mojokerto. Sekitar 40 peserta dari SMA/SMKN dan MA se-Kota Mojokerto mengikuti acara tersebut.

Acara ini diawali dengan sambutan dari Ketua MUI, KH. M. Rofi’I Ismail. Beliau menyampaikan bahwasannya dakwah bukan hanya tugas dari para ulama saja tapi setiap umat Islam berkewajiban mengajak kepada kebaikan sesuai dengan keadaannya masing-masing.

“Dakwah itu memiliki strategi dan metode. Kita mengenal ada tiga metode dakwah yaitu bil-Hikmah, mauidhoh hasanah, dan metode mujadalah. Masing masing diterapkan sesuai dengan keadaan atau kondisi masyarakat sekitarnya. Metode bil hikmah cocok untuk kalangan awam, dan kemungkinan besar sangat berhasil diterapkan” terang Ketua MUI Kota Mojokerto sekaligus juga Rais Syuriah PCNU Kota Mojokerto itu.

Setelah pembukaan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai ‘Manajemen Dakwah’yang disampaikan oleh Bapak Drs. H. Yusuf Hariadi, M.Kes. Beliau menerangkan bahwasannya untuk saat ini semua hal memerlukan menejemen terutama dalam berdakwah. Hal ini dilakukan agar dakwah dapat berjalan lancar tanpa adanya halangan.

Dilanjutkan dengan pemaparan materi tentang membangun komitmen dakwah oleh Drs. Arifin Subkhi,  M.Si. Pengurus MUI yang juga Pengawas Pendidikan itu menyampaikan bahwasannya dakwah itu memang besar tantangannya. Dalam dakwah selain membutuhkan ketekunan juga memerlukan kesabaran yang tinggi.

Drs. KH. Sholeh Hasan menyampaikan bahwasannya keutamaan dakwah itu ada 5 yaitu pertama dakwah adalah muhimmatur rusul (tugas utama para rasul). Kedua, dakwah adalah ahsanul a’mal(amal yang terbaik). Ketiga, dakwah memiliki keutamaan yang besar karena para da’i akan memperoleh balasan yang besar dan berlipat ganda(al-hushulu’ala al-ajri al-‘azhim). Keempat, dakwah dapat menyelamatkan kita dari azab Allah Ta’ala(an-najatu minal’azab). Kelima yaitu dakwah adalah jalan menuju khairu umma artinya dakwah harus bisa mengubah masyarakat yang mendengarkan dakwah menjadi lebih baik.

“Yang dapat kita simpulkan dari dakwah itu sendiri yaitu dakwah merupakan aktivitas menyerukan manusia kepada Allah Ta’ala” terang Ketua PCNU Kota Mojokerto itu (FAIS SUMARSONO)