Dinilai Tak Maksimal, LP Maarif Satukan Seluruh Metode Pembelajaran Al Quran Mojokerto

Dinilai Tak Maksimal, LP Maarif Satukan Seluruh Metode Pembelajaran Al Quran Mojokerto

Mojokerto | nuonlinemojokerto.or.id – Metode Pembelajran Al-Qur’an yang diterapkan di Taman Pendidikan Qur’an (TPQ) seluruh Kabupaten Mojokerto, selama ini dinilai masih kurang maksimal.

Demikian itu dikatakan oleh Ketua Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Mojokerto, Masrukhan pada wartawan nuonlinemojokerto.or.id Usai menggelar pertemuan dengan berbagai kordinator binaan (Korbin) Metode pembelajaran Al-Quran yang ada di Kabupaten Mojokerto, Selasa (13/10/2020)

Ia mengaku, banyaknya keluhan-keluhan dari para pengurus TPQ terkait dengan metode yang digunakan kurang maksimal. Oleh sebab itu, ia pihak berinisiatif mengumpulkan dalam satu forum.

“Selama ini biarpun itu miliknya TPQ NU, akan tetapi masih banyak yang beranggapan bahwa di LP Maarif hanya memakai metode Ad-Dzikr. Nah, akhirnya kita berinisiatif kita kumpulkan semua metode yang ada kita gabungkan menjadi satu naungan di bawah LP Maarif ā€˜ā€™, katanya.

Selain itu, ia berharap, di setiap metode adal materi tentang Ke-aswaja-an bagi santri di TPQ mejadi hal yan penting juga. “Jadi apapun metode yang dipakai Ma’arif meminta ada materi Aswaja,” terangnya.

Masih kata Masrukhan, ke depan kepengurusan yang ada akan diwakili oleh semua perwakilan masing-masing korbin. “Inilah salah satu tujuan yang terus digalakkan oleh LP Maarif di setiap kegiatan yang ada,” tuturnya.

Ia menambakan, LP Ma’arif NU Kabupaten Mojokerto akan memfasilitasi seluruh TPQ dibawah naungan NU agar berbadan hukum.

“Kami akan memfasilitasi seluruh TPQ untuk mengurus badan hukum secara massal,” imbuhnya.

Diketahui, kegiatan ini merupakan kali pertama digelar. Namun, Korbin dari berbagai metode sangat antusias dan menyambut baik adanya gagasan yang diinisiasi oleh LP Maarif NU Kabupaten Mojokerto. (Taufik)