Konsolidasi Organisasi, PCNU Kab. Mojokerto Kumpulkan 18 MWCNU Dan 326 Ranting

Konsolidasi Organisasi, PCNU Kab. Mojokerto Kumpulkan 18 MWCNU Dan 326 Ranting

Masa pandemi, tak sekadar memporak porandakan segi ekonomi, tetapi juga menghentikan laju program berbagai organisasi kemasyarakatan. Termasuk program PCNU Kab. Mojokerto di dalamnya.

Memasuki era New Normal, PCNU Kab. Mojokerto pada kamis (13/18/20) mulai melakukan konsolidasi dengan mengundang 18 MWC dan 326 ranting.

“Acara kita melakukan konsolidasi organisasi kepada 18 MWCNU dan 326 ranting. Acara dibagi dalam dua termin, pagi dan siang. Sehingga memungkinkan peserta tetap dalam protokol kesehatan” terang Gus Taufik, sekertaris PCNU Kab. Mojokerto.

Selain konsolidasi, beberapa agenda disosialisasikan dalam acara tersebut. Seperti pembagian kartu BPJS, program pewakafan, dan juga BMT NU.

“Pertemuan ini murni program organisasi. Tidak ada hubungannya dengan politik. Kita perlu konsolidasi untuk menguatkan organisasi. Agar roda organisasi bisa terus berjalan” tutur KH. Abd. Adzim Alwi.

“Selain itu, acara ini juga digunakan untuk pembagian BPJS, Kartanu, program wakaf dan juga sosialisasi BMT NU” imbuh KH. Abd. Adzim Alwi.

Terkait kartu BPJS, KH. Abd. Adzim menjelaskan bahwa pengurus NU memiliki hak istimewa dengan diberikan secara gratis oleh RS. Sakinah. Pihak RS. Sakinah membayarkan angsuran setiap bulan dengan nominal yang tidak sedikit. Fasilitas yang diberikan kepada pengurus NU ini, kata KH. Abd. Adzim, hendaknya diimbangi dengan kinarja yang maksimal dalam pengabdiannya kepada NU. Selain itu juga, diharapkan pengurus, menjadikan RS. Sakinah sebagai rujukan berobat bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya.

“Imbal balik kita kepada RS. Sakinah yang telah memberikan kartu BPJS ini, minimal jangan menggunakan kartu BPJS ini kepada selain Sakinah” tutur KH. Abd. Adzim.

Selain soal BPJS, masih kata Ketua PCNU Kab. Mojokerto itu, yang tidak kalah penting adalah soal aset NU. Ketua MWCNU dan Ranting perlu menggiatkan kembali pencarian aset aset NU dan pengalihan wakaf atas nama organisasi. Sebab dibeberapa titik, kata Kyai Alumnus Ploso itu, masih ada aset NU yang diserobot oleh ormas Non NU.

“Baru baru ini kita sedang berperkara soal aset NU yang tidak terurus surat suratnya. Karenanya cukup itu saja jadi pelajaran. Selanjutnya saya berharap ketua MWCNU dan Ranting mencari di daerah masing masing wakaf yang belum atas nama organisasi segera diatas namakan NU” ujar KH. Abd. Adzim.

Ditulis oleh : Isno