Menjaga Motivasi Anak dalam Pembelajaran Daring

Menjaga Motivasi Anak dalam Pembelajaran Daring
Lukman, S.Ag., M.Pd., Dosen Universitas Islam Indonesia (UII), Pengasuh Majelis Dzikir dan Taklim Ya Badi’ Yogyakarta, sedang menyelesaikan studi pada S3 di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

 

Sore hari itu, seorang guru perempuan menunaikan tugasnya dalam pembelajaran daring. Sebenarnya jam pembelajaran daring itu sudah usai, namun karena ada salah seorang siswa yang belum menuntaskan pembelajaran hari itu, guru itu menyediakan waktu mengajarnya di sore hari.

Menunggu siswa tersebut ‘masuk dalam jaringan’, guru tersebut mengisi waktunya dengan memasak menyiapkan makan malam buat keluarganya. Ia memasak setengah kilogram daging ayam yang dibelinya sepulang dari mengajar daring dari sekolah.

Mungkin karena sore hari, sinyal di gadgetnya tersendat-sendat padahal siswa yang ditunggunya sudah ‘masuk dalam jaringan’. Guru itupun berdiri dan berjalan menuju depan rumahnya untuk mencari sinyal terbaik.

Didapatkanlah sinyal bagus di depan rumah. Ia memandu siswanya untuk menuntaskan capaian pembelajaran hari itu. Karena pembelajaran daring yang berlangsung itu menemukan momen komunikasi terbaiknya antara dia dan siswanya, ia melupakan masakan di dapurnya.

Saat sedang menemukan momen keterikatan dengan siswa dalam pembelajaran daring itulah, indera penciumannya membaui bau gosong. Sedetik, dua detik guru tersebut belum tersadar, pada detik kelima, ia segera menghambur ke dapur, “ayamku!”

Kisah di atas adalah kisah nyata. Sungguh hebat perjuang para guru itu dalam menjalankan amanahnya. Seakan mereka tidak terpengaruh, entah itu serius atau tidak, postingan-postingan di media medsos menyinyiri profesi guru saat pembelajran daring. Di antaranya sebuah postingan yang beredar di group-group WA yang menceritakan ada seorang wali murid yang hanya mengirim gambar uang saat ditagih guru muridnya untuk membayar SPP.

Kerjasama dalam Pembelajaran Daring

Kesadaran untuk membangun kekuatan dan ketangguhan dalam pembelajaran daring sesungguhnya bukan pada alat ataupun software yang digunakan, namun terletak pada motivasi dan kesadaran untuk saling bekerjasama. Tanpa adanya kerjasama antar guru, wali, dan manajemen sekolah, serta pemerintah, maka pembelajaran daring akan semata hanya seperti kembang api yang nyala gebyar sesaat dan kembali masuk tersergap oleh kegelapan.

Di antara bentuk kesadaran dan bekerjsama adalah adanya kesepahaman bahwa pembelajaran daring ini adalah solusi bersama di tengah musibah. Perlu adanya kesepahaman saling menguatkan antar guru, wali murid, manajemen sekolah, dan pemerintah. Sejauh mungkin hindari penilaian dan komentar yang mengarah pada melemahkan kepercayaan salah satu pihak. Sikap waspada penting, namun hendaknya terukur dan terekspresi dalam bentuk saling memotivasi.

Lebih penting lagi, motivasi kepada anak yang lagi belajar. Guru dan wali murid hendaknya sepaham untuk memberikan motivasi kepada anak yang sedang belajar. Jangan sampai, karena wali murid berpendidikan lebih tinggi daripada guru, lalu menyalahkan pembelajaran yang sedang dilakukan guru di hadapan anaknya yang sedang daring. Seandainya memang ada kesalahan bisa dilakukan tabayun secara pribadi.

Sekali saja ungkapan ketidakpercayaan wali murid didengar anak, maka akan menyebabkan situasi pembelajaran akan mengganggu psikologis anak dan menurunkan kepercayaan anak terhadap gurunya. Kalau ini terus berlanjut, yang rugi adalah anak itu sendiri dan wali murid karena anaknya tidak maksimal dalam belajar.

Memulai dengan Introspeksi

Sudah selayaknya dan bahkan seharusnya, wabah Covid ini hendaknya disikapi dengan serius untuk melihat kembali diri sendiri, siapa diri di hadapan dirinya sendiri? Salah satu hasilnya adalah seakan wabah Covid ini menceritakan bahwa setiap orang hendaknya melakukan melihat kelemahan-kelemahan dan keterbatasannya. Seakan diri adalah hak miliknya, namun sesungguhnya adalah bukan demikian.

Tidak hanya tentang diri sendiri, covid juga seakan mengajak introspeksi siapa dirinya di tengah keperkasaan alam semesta sebagaimana Allah SWT anugerahkan? Sebagai manusia sesungguhnya bertanggungjawab untuk melestarikan alam, bukan merusaknya, bahkan dengan dalih ekonomi sekalipun. Manusia membutuhkan alam dan alam membutuhkan keharmonisan manusia dalam mengolahnya.

Sebagaimana alam yang butuh dilestarikan, sekelompok manusia dalam organisasi seperti siswa di sekolah, juga dapat lestari karena adanya kerjasama antar bagian-bagian organ di dalam organisasi sekolah. Guru, wali murid, majajemen sekolah, pemerintah adalah organ-organ yang mempengaruhi tumbuh dan kembang siswa.

Berikutnya, setiap pribadi juga perlu menilai siapa dirinya di tengah lingkungan tempat tinggalnya? Siapa dirinya di tengah keluarga keluarganya? Dan siapa dirinya di antara bangsa dan negaranya? Tanpa kerjasama yang baik dan saling menghargai diri dan lingkungannya, maka covid bisa tersebar lebih luas lagi. Misalnya abai terhadap protokol covid akan dapat menyebabkan semakin tersebarnya Covid.

Mengakhiri dengan Kesadaran Menjaga Motivasi Belajar Anak

Keberhasilan introspeksi bagi wali murid akan menumbuhkan sikap mawas diri dan kesediaannya untuk bekerjasama dengan guru dan manajemen sekolah. Sikap mawas diri mengarahkan wali murid pada kesadaran pentingnya kerjasama menjaga motivasi belajar anak, bahkan kalau dapat dilakukan dengan baik, dapat meningkatkan motivasi anak dan motivasi guru mengajar dengan maksimal.

Kalau hal ini tercapai dengan baik, maka situasi pembelajaran akan menjadi kondusif dan kemungkinan keberhasilan dalam pencapaian tujuan pembelajaran semakin tinggi. Mereka akan tumbuh dan berkembang menjadi pribadi sehat secara mental karena lingkungan yang harmonis anatara guru, wali murid adalah harmonis. Insya Allah, masa depan yang cerah menanti generasi-generasi ini.

Jauh di masa depan nanti, wali murid yang semakin menua akan menikmati generasi-generasi berkepribadian sehat menyemarakkan lingkungan keluarganya, lingkungan tempat tinggalnya, juga bangsa dan negaranya. Hal itu di antaranya mulai dari keharmonisan antara guru, wali siswa, dan manajemen sekolah serta pemerintah dalam pembelajaran daring saat ini.

Wallohu A’lam.